Plt Bupati Malang Sanusi saat memberikan sambutannya di acara sosialisasi 4 pilar MPR RI (Nana)

Plt Bupati Malang Sanusi saat memberikan sambutannya di acara sosialisasi 4 pilar MPR RI (Nana)


Pewarta

Dede Nana

Editor

Heryanto


MALANGTIMES - Musim turunnya para pejabat teras Jakarta ke berbagai daerah, tak disia-siakan oleh masyarakat maupun pejabat daerah. 

Tak terkecuali seperti yang disampaikan oleh Plt Bupati Malang Sanusi saat Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah datang ke Kabupaten Malang.

Kedatangan Ahmad Basarah dalam acara sosialisasi 4 pilar di Pendapa Agung Kabupaten Malang, Senin (11/03/2019), juga tak luput dari lontaran pernyataan Sanusi yang memiliki harapan besar terhadap berbagai persoalan yang ada di wilayahnya.

Sanusi secara lugas meminta adanya beberapa hal yang bisa disampaikan oleh Ahmad Basarah kepada pemerintah pusat. 

Terkait beberapa hal, yakni adanya peningkatan dana alokasi umum (DAU) dan dana alokasi khusus (DAK) Kabupaten Malang.

"Kedatangan bapak Ahmad Basarah ke Kabupaten Malang diharapkan juga nantinya mampu menjembatani kebutuhan kita dalam DAK dan DAU. Yaitu meningkatkan besarannya, karena kita memang masih membutuhkannya," kata Sanusi dalam sambutannya, Senin (11/03/2019).

Harapan adanya peningkatan DAK dan DAU Kabupaten Malang yang tidak disebut berapa prosentase ataupun jumlah besarannya tersebut.

Masih menurut Sanusi, hal tersebut merupakan harapan bersama dalam upaya meningkatkan percepatan pembangunan di Kabupaten Malang.

Selain permintaan tersebut, Sanusi juga menyampaikan luasan wilayah Kabupaten Malang yang memiliki 33 kecamatan. 

Luas Kabupaten Malang tersebut menjadikan bumi Arema sebagai wilayah terluas kedua di Jawa Timur (Jatim).

Satu sisi luasnya wilayah tersebut, menimbulkan juga persoalan secara administratif. Dimana beberapa wilayah di Kabupaten Malang terletak di wilayah Kota Batu, seperti Pujon, Ngantang dan Kasembon.

Hal ini yang juga dimintakan oleh Sanusi kepada Ahmad Basarah. Khususnya terkait persoalan teritori kepolisian Kabupaten Malang yang terlepas dikarenakan lokasi geografisnya tersebut.

"Polsek Pujon, Ngantang dan Kasembon itu masuknya Polres Batu, padahal wilayah Kabupaten Malang. Ini tentunya kita mintakan agar bisa kembali menjadi satu di bawah Kabupaten Malang," ujarnya. 

Ia juga melanjutkan,"Kita tidak ingin nantinya dari teritori kepolisian merembet ke yang lain. Karenanya saya minta juga kepada Pak Basarah agar ini bisa disampaikan kepada Kapolri. Saya juga sudah berkirim surat terkait hal tersebut," ucapnya.

Terkait persoalan 4 pilar yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. 

Sanusi secara tegas menyampaikan Kabupaten Malang akan terus menjadi wilayah nomor satu mengawal NKRI. 

Hal ini didasarkan pada sejarah pembentukan negara Indonesia yang berasal dari wilayah yang dulu ditempati kerajaan besar Singosari.

Termasuk adanya berbagai peninggalan berbentuk candi yang menjadi inspirasi lahirnya lambang negara Indonesia yaitu garuda Pancasila.

"Kita punya peninggalan masa lalu berupa Candi Kidal yang menjadi inspirasi para pendiri bangsa dalam merumuskan lambang negara," ujar Sanusi yang kembali menegaskan Kabupaten Malang akan tetap menjadi yang kesatu dalam menjaga NKRI.

"Karenanya, kami juga meminta kepada pak Basarah untuk mengawal juga candi kidal menjadi destinasi wisata sejarah nasional," pungkasnya.

End of content

No more pages to load