Aviza (kiri) di hadapan pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh Prof M. Bisri saat pembacaan ikrar masuk Islam dengan pembacaan kalimat syahadat. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Aviza (kiri) di hadapan pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh Prof M. Bisri saat pembacaan ikrar masuk Islam dengan pembacaan kalimat syahadat. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Seribuan santri Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh Minggu pagi (10/3/2019) menggelar pengajian rutin bulanan. Pengajian  tersebut mengundang penceramah KH Ghoziadin Djupri, pengasuh Pondok Pesantren Bilingual An Nur Qur'aniyah serta  ulama  lain dari Malang Raya dan sekitarnya.

Namun, ada yang istimewa dalam pengajian itu. Sebab,  agenda tersebut diwarnai pembacaan kalimat syahadat  yang menandai masuknya seorang pemuda bernama Aviza Vianny Hilling (25) memeluk agama Islam. 

Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh Prof M. Bisri menceritakan hari istimewa tersebut. Menurut mantan rektor Universitas Brawijaya (UB) ini, sehari sebelum kegiatan pengajian rutin bulanan, pihaknya mendapatkan informasi bahwa terdapat seorang pemuda yang ingin masuk Islam. Pemuda itu ingin berikrar saat dalam kegiatan pengajian rutin bulanan.

"Nah ini mendadak kabarnya. Akhirnya kami siapkan dulu berkas-berkasnya karena ada dokumen tertulis. Namun alhamdulillah pagi ini (Minggu) jadi dan bisa diikrarkan, diijabkan masuk sebagai saudara kita umat muslim," ungkap Bisri.

Secara administratif, yang bersangkutan harus membuat surat pernyataan jika ia masuk dan memeluk agama Islam tanpa paksaan dari siapa pun.  Selain itu, dalam prosesi terdapat pembacaan kalimat syahadat yang itu disaksikan  pengurus Pondok Bahrul Maghfiroh,  para ulama yang hadir, serta ribuan santri.

"Kalau hanya ikrar, tapi nggak ada dokumen tertulis, kan tidak ada yang tahu siapa saksinya. Makanya kami beri persyaratan ikrar ya ada persyaratan tertulis. Uama yang hadir ada Habib Hamid, KH Ghoziadin, KH Ahmad, KH Aziz, Ustad Mahfudz," beber Bisri. "Kalau ikrar masuk Islam, masa saya ya baru kali ini. Tapi kalau zamannya Gus Lukman (almarhum KH Lukman Al Karim, pengasuh ponpes sebelumnya yang juga adik Prof Bisri), sudah sering," tambahnya.

Sementara itu, Aviza menjelaskan, masuknya ia memeluk agama Islam telah direncanakan sejak masih SMA. Sampai akhirnya hatinya tersentuh dan kemudian memantapkan hati untuk memeluk Islam.

"Saya sebenarnya sudah lama untuk ini (ingin masuk Islam). Keluarga saya juga kebanyakan muslim. Saya juga tertarik tentang Islam. Sesuai dengan hati saya dan akhirnya saya pindah muslim," ungkapnya.

Dia mengaku sudah lama berkonsultasi dan belajar soal Islam kepada teman dan keluarga. "Dan insya Allah saya mantap," ucapnya tanpa menerangkan secara jelas agama yang ia anut sebelumnya.

Meskipun baru memeluk agama Islam, ia berharap bisa semakin memantapkan diri dan mempunyai ketebalan iman yang bisa menjadi bekal kehidupan di akhirat kelak. "Yang jelas saya lega. Ke depan ingin menjadi manusia yang lebih baik," pungkas Aviza. 

End of content

No more pages to load