Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Zubaidah. (Foto: Imarorul Izzah/MalangTIMES)

Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Zubaidah. (Foto: Imarorul Izzah/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Sebanyak 279 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kota Malang resmi diterima menjadi PNS atau Aparatur Sipil Negara (ASN) dan mengabdi di lingkungan kerjanya kemarin (9/3). 

Bertempat di Gedung Student Center Pertamina SMKN 2 Malang, pengangkatan CPNS ini diresmikan oleh Wali Kota Malang Sutiaji.

Dari 279 ASN tersebut, sejumlah 237 orang adalah tenaga guru. 

Dengan jumlah sekian, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra Zubaidah MM menyatakan bahwa kekurangan guru sebenarnya masih banyak. 237 ASN tersebut hanya memenuhi kebutuhan sebesar 30 persen saja.

"Kekurangannya masih banyak. Kan waktu itu 800 sekian. Sekarang ini mendapat 237 sehingga boleh dikatakan hanya 30 persen," ujarnya kepada MalangTIMES.

Nah, ASN baru tersebut dikatakan Zubaidah banyak ditempatkan di SD. Berdasarkan pengarahan Badan Kepegawaian Daerah (BKD), mereka langsung ke lokasi kerja sesuai dengan SK-nya.

Zubaidah menegaskan, Dinas Pendidikan akan memantau para guru tersebut.

"Kami akan memantau apakah guru tersebut langsung berada di posisinya karena mulai bulan ini mereka sudah digaji. Jadi tidak ada alasan untuk tidak segera melaksanakan tugas," tegas Zubaidah.

Penyebarannya sendiri bukan berdasarkan Dinas Pendidikan. Melainkan berdasarkan data kebutuhan dari BKD.

"SK-nya sudah sesuai dengan waktu kami mengajukan permohonan," imbuhnya.

Sementara Wali Kota Malang, H. Sutiaji membenarkan hal tersebut. 

Meskipun sudah diangkat sebanyak 279 tenaga baru, baik guru maupun nonguru, tetapi untuk guru dan kesehatan terus berkurang.

"Kalau dihitung sampai 2021 itu ada 400-an tenaga guru yang pensiun. Artinya ini terus berkurang. Memang guru dan kesehatan itu terus-menerus berkurang," ujarnya.

Namun, dirinya bersyukur dengan jumlah 237 tenaga guru baru ini. 

"Paling tidak, mudah-mudahan ini menjadi semangat kami untuk juga menambah," pungkasnya.


 

 

End of content

No more pages to load