Ilustrasi pohon tumbang akibat diterjang angin kencang, Kabupaten Malang (Foto : Dokumen MalangTIMES)

Ilustrasi pohon tumbang akibat diterjang angin kencang, Kabupaten Malang (Foto : Dokumen MalangTIMES)



MALANGTIMES - Meski puncak hujan dikabarkan sudah berakhir Februari lalu. 

Namun sederet bencana tetap terjadi mulai dari angin kencang yang mengakibatkan pohon tumbang, banjir, hingga tanah longsor. 

Bahkan, bencana tersebut seolah masih menggentayangi wilayah Kabupaten Malang hingga awal bulan Maret.

Seperti disampaikan  Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terhitung sejak awal Maret lalu, beberapa wilayah di Indonesia, termasuk di Jawa Timur berpotensi mengalami bencana Hidrometeorologi. 

“Fenomena semacam ini terjadi sejak periode tanggal 2 Maret, dan dapat berpotensi terjadinya bencana alam,” kata Kasi Observasi dan Informasi BMKG Karangploso, Anung Suprayitno.

Terpantau sejak awal Maret, fenomena atmosfer muncul secara bersamaan. 

Fenomena tersebut dapat meningkatkan potensi curah hujan yang tinggi, di beberapa daerah di Indonesia termasuk Kabupaten Malang. 

“Saat ini teridentifikasi adanya aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO),” sambung Anung kepada MalangTIMES.

Sebagai informasi, MJO merupakan suatu fenomena gelombang atmosfer yang bergerak secara merambat dari arah barat. 

Tepatnya dari kawasan Samudra Hindia menuju timur. Hal ini dapat meningkatkan potensi curah hujan di setiap daerah yang dilaluinya. 

“Diperkirakan MJO juga akan melintas wilayah 19, biasanya kejadian seperti ini bakal terjadi dalam sepekan kedepan,” terang Anung.

Terkait hal ini, Anung mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada. 

Sebab, dampak dari fenomena MJO diprediksi bakal menyebabkan beberapa bencana Hidrometeorologi. Yakni banjir, longsor, hingga angin kencang. 

“Kondisi fenomena alam semacam ini dapat meningkat hingga pertengahan bulan Maret,” imbaunya.

Sementara itu, terhitung sejak awal bukan maret, Kabupaten Malang diguncang hujan deras yang berdampak angin kencang. Diawali pada 1 Maret lalu, musibah angin kencang terjadi di dua titik pada waktu yang nyaris bersamaan. 

Yakni di wilayah Kecamatan Pakisaji dan Gondanglegi. 

“Akibat diterjang angin kencang, menyebabkan pohon tumbang dan memicu kemacetan selama berjam-jam,” kata Kasubsi Penanggulangan Bencana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang, Mudji Utomo.

Utomo menambahkan, dua hari berselang tepatnya pada 3 Maret lalu. Hujan deras juga memincu terjadinya angin kencang. 

Saat itu dikabarkan empat rumah warga yang ada di Kecamatan Turen, roboh lantaran tertimpa pohon tumbang. 

“Kami sudah mensiagakan personel guna menanggulangi potensi bencana yang marak terjadi. Kami menghimbau agar masyarakat tetap waspada, terutama saat hujan deras terjadi. Sebab dari catatan kami, hujan lebat biasanya diiringi dengan musibah angin kencang,” ujar Utomo.

End of content

No more pages to load