Selama musim penghujan, banyak lubang yang muncul di jalan-jalan di Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

Selama musim penghujan, banyak lubang yang muncul di jalan-jalan di Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Makin banyaknya lubang-lubang di jalanan Kota Malang dikeluhkan masyarakat. Selain mengganggu kenyamanan, tak jarang lubang jalan tersebut membahayakan pengendara. Meski demikian, Wali Kota Malang Sutiaji menyebut bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tak bisa begitu saja langsung melakukan perbaikan. 

Sutiaji menyebut, saat ini pihaknya menampung semua keluhan masyarakat. "Kami konsentrasi 2019 semoga jalan-jalan ini sudah nggak berlubang semua. Cuma perlu waktu. Juga mohon disampaikan ke masyarakat, jalan berlubang itu tidak bisa langsung diatasi," tuturnya usai menghadiri upacara keagamaan Ngembak Geni, hari ini (8/3/2018) di Candi Badut.

Menurut Sutiaji, ada sejumlah faktor yang membuat Pemkot tidak bisa bertindak cepat. "Kenapa nggak bisa langsung? Satu, dilihat jalan itu milik siapa. Bisa jadi milik provinsi," urainya. Dia menyebut, jalan-jalan di Kota Malang ini ada yang merupakan jalan provinsi maupun jala nasional. Sehingga pemkot tidak bisa memperbaiki jika jalan-jalan tersebut mengalami kerusakan. 

"Kedua, kalau milik kota, itu dibangun tahun berapa. Tidak bisa langsung dibongkar ini kalau masih belum waktunya, kami yang salah," tuturnya. Setiap pembangunan jalan, memiliki masa fungsi yang sudah tertera dalam rencana kerja. Artinya, pemkot baru bisa membangun ulang jika masa tersebut sudah terlewati.

Ketiga, lanjut Sutiaji, dilihat kelas jalannya. "Yang kami sayangkan banyak lubang itu kualitas pengerjaannya. Harapannya ya jangan sampai terulang lagi," terangnya. 

Saat didesak soal kualitas pihak ketiga alias rekanan yang membangun jalan, Sutiaji memberi jawaban samar. "Ya tanda petik ya (yang tidak beres pihak ketiga), kami kan belum tahu," ujarnya. 

Padahal, selama ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang sudah memiliki unit pelaksana teknis yang bisa menilai kualitas pengerjaan proyek. Hanya saja, selama ini kualitas jalan di Malang dinilai masih kurang baik. Tak lama dibangun, aspal mengelupas dan berlubang akibat banjir. "Pengerjaan itu diperiksa, tapi kan dilihat anggarannya," pungkas Pak Aji, sapaan akrabnya. 

End of content

No more pages to load