Salah satu varietas apel di lahan pertani apel Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

Salah satu varietas apel di lahan pertani apel Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)



MALANGTIMES - Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji punya inovasi tersendiri untuk mengatasi masalah limbah buah apel atau sayuran. Ya mereka memiliki Tempat Pembuangan Sementara (TPS) khusus menanggulangi sampah tersebut untuk dimanfaatkan menjadi pupuk. 

Hadirnya TPS khusus ini karena rasa prihatin ditemukannya limbah sampah buah apel dan sayur itu mencapai 10 kilogram setiap harinya yang tercecer. Sehingga pemerintah desa tersebut menyuguhkan lahan khusus mengatasi masalah tersebut.

“Terobosan ini kita lakukan karena memang sampah limbah apel dan sayuran ini menganggu. Sehingga perlu adanya TPS tersebut,” kata Sekretaris Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Sumbergondo, Anditya.

Ia menambahkan TPS khusus apel dan sayuran itu tentunya agar mencegah sampah pembuangan limbah apel dan sayur secara sembarang. Kemudian sampah itu bisa dimanfaatkan menjadi komposter.

Kemudian komposter tersebut itu bisa dimanfaatkan kembali oleh para petani apel dan sayuran di sana. Melihat memang sebagian besar masyarakat di sana merupakan petani apel dan sayuran. 

“Program ini merupakan rencana dari Bumdes Sumbergondo tahun 2019 ini. Yang nanti akan dikelola oleh desa, ke depannya wajib memanfaatkan untuk semua petani di Desa Sumbergondo,” imbuhnya, Jumat (8/3/2019).

Program ini rencananya bakal diwujudkan pada tahun 2019 ini. Dengan anggaran sebesar Rp 30 juta. 

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu Arief As Siddiq menjelaskan, program merupakan inovasi yang kreatif. Sebab selama ini masih banyak ditemui petani yang membuang limbah apel dan sayur sembarangan. 

“Kini permasalahan sampah itu mulai dilakukan diinovasi oleh masyarakat. Karena memang banyak petani juga membuangnya sembarangan,” ujar Arief.

Selain di Desa Sumbergondo, pertanian apel juga banyak dijumpai di Desa Tulungrejo. Di sana rencananya juga akan menyuguhkan khusus TPS apel dan sayuran. 

“Apalagi di Desa Tulungrejo itu rawan dijadikan tempat pembuangan limbah sayuran. Sehingga di sana juga demikian,” ucapnya.

Ke depan lanjut Arief semoga inovasi itu bisa terlaksana di daerah lainnya untuk mengatasi limbah organik. 

End of content

No more pages to load