Postingan dari akun Opposite6891 yang menuding polisi terlibat secara terorganisir (opposite6891)

Postingan dari akun Opposite6891 yang menuding polisi terlibat secara terorganisir (opposite6891)



MALANGTIMES -  Dunia media sosial sempat gempar dengan adanya pernyataan Mustofa Nahrawardaya, seorang praktisi media sosial yang menduga jika oknum petugas negara berbaju coklat alias Polri, terlibat dalam penyebaran konten hoaks yang terorganisir sampai jajaran Polres.

Bahkan ia juga menyampaikan, jika setiap Polres diduga juga mempunyai b100 personel yang  diwajibkan untuk mengunduh aplikasi Sambhar dan memang direkrut untuk melakukan penyebaran konten hoaks yang bertujuan merugikan pasangan calon Presiden nomor urut dua.

Hal itu terungkap setelah sebuah akun Twitter bernama @opposite6890 menyampaikan hasil investigasinya dan menemukan fakta pada sebuah aplikasi yang digunakan sebagai komunikasi antar buzzer penyebar konten hoaks membongkar aplikasi bernama Sambhar tersebut.

Di situ, akun @opposite6890 tersebut menemukan banyak Internet Proctocol (IP) yang salah satunya merupakan IP bersal dari Jalan Trunojoyo yang notabene merupakan kantor Mabes Polri.

Namun terkait terorganisirnya dugaan Buzzer penyebar hoaks sampai ke jajaran Polres, Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri SIK, SH, MH, enggan terlalu jauh menanggapi kabar tersebut.

Ia memilih irit bicara dan mengatakan jika terkait hal tersebut, agar menanyakan langsung ke pusat (Mabes Polri). "Langsung ke pusat saja kalau itu," ungkapnya ketika ditemui MalangTIMES di Polres Malang Kota (8/3/2019).

Namun disinggung lebih jauh mengenai adanya 100 personel tiap Polres yang menjadi anggota Buzzer penyebar hoaks yang merugikan pasangan Calon Presiden (Capres) nomor 2, pihaknya hanya membantah singkat dan juga tak menanggapi terlalu jauh kabar tersebut.

"Nggak ada lah itu," ujarnya seraya memasuki ruangan usai menunaikan Shalat Jumat (8/3/2019).

Sementara itu, dilansir dari Detik.com, terkait tudingan menjadi Buzzer penyebar hoakd yang mendukung salah satu pasangan calon, Polri membantah tegas hal tersebut.

Polri melalui Karo Penmas  Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo menyatakan, jika apa yang diposting ataupun ditudingkan oleh akun Twitter @opposite6890 merupakan hal yang tak benar.

"Tidak benar," ujarnya saat dikonfirmasi pada (5/3/2019).

Saat ini, pihaknya akan melakukan penyelidikan siapa penyebar informasi tersebut. Untuk itu pihaknya akan melakukan langkah dengan berkoordinasi dengan pihak Direktorat Siber Bareskrim Polri untuk melakukan penyelidikan.

End of content

No more pages to load