Salah satu kejadian banjir di Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo terjadi pukul 15.00 (Foto: Pudalops PB BPBD Kota Batu for BatuTIMES)

Salah satu kejadian banjir di Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo terjadi pukul 15.00 (Foto: Pudalops PB BPBD Kota Batu for BatuTIMES)



MALANGTIMES - Salah satu kerawanan bencana alam di Kota Batu adalah banjir. Karena itulah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur segera meluncurkan aplikasi pendeteksi luapan sungai.

“Karena memang di Kota Batu ini musim hujan rawan banjir sehingga kami mendukung dan agar disegerakan terobosan ini,” kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu, Achmad Choirur Rochim.

Ia menjelaskan sebelumnya memang untuk mendeteksi bencana dilakukan secara manual atau tradisional. Seiring dengan berkembangnya zaman muncul Early Warning System (EWS) yang sifatnya mekanis.

“EWS itu sistem peringatan dini dan pemicu terhadap kewaspadaan sampai pada intervensi kritis. Jika nantinya ada aplikasi pendeteksi luapan ini tentunya akan sangat membantu,” imbuhnya Jumat (8/3/2019). 

Terlebih saat ini teknologi semakin berkembang dan penggunaannya serba digital, sehingga harus mengikuti era tersebut. 

Dengan demikian nantinya, petugas maupun masyarakat akan lebih dipermudah mengidentifikasi bencana banjir tersebut. Terlebih untuk mengambil sebuah keputusan bisa lebih cepat agar tidak terjadi adanya korban.

“Misalnyaa terjadi luapan sungai khususnya Sungai Brantas. Maka data terkirim real time ke pusat komando, jadi kita akan tahu dan cepat untuk mencari solusi,” jelas Rochim. 

Menurutnya adanya aplikasi akan sangat membantu terutama yang diuntungkan adalah tempat wisata rafting. Ya mereka akan dipermudah dengan adanya aplikasi tersebut. 

Terlebih untuk mengelola keselamatan wisataw rafting. Selain itu dengan hadirnya aplikasi ini akan dijelaskan juga tentang manajemen bencana. 

“Ya semoga secepatnya Pemprov bisa mewujudkan aplikasi tersebut. Untuk mengurangi resiko bencana di Kota Batu,” harapnya.

End of content

No more pages to load