Puji Hariwati Plt Sekdin Pendidikan Kabupaten Malang (Foto: Nana/ MalangTIMES)

Puji Hariwati Plt Sekdin Pendidikan Kabupaten Malang (Foto: Nana/ MalangTIMES)



MALANGTIMES - 130 sekolah, baik negeri maupun swasta yang ada di Kabupaten Malang, masih harus mengungsi ke sekolah lainnya saat melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang direncakanan jatuh tanggal 25-28 Maret 2019.

Artinya, dari 512 sekolah di bawah Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang, hanya 382 sekolah yang siap secara infrastruktur dalam menghadapi UNBK.
Hal ini disampaikan oleh Plt Sekretaris Disdik Kabupaten Malang Puji Hariwati yang menyatakan, 130 sekolah memang belum bisa secara mandiri melaksanakan UNBK.

"Faktornya ya karena keterbatasan sarana dan prasarana penunjang di sekolah-sekolah tersebut. Sehingga sekolahan tersebut nantinya menumpang dalam UNBK ke sekolahan lain yang fasilitasnya mendukung," kata Puji yang juga mengatakan, dari 130 sekolah yang belum bisa melaksanakan UNBK secara mandiri, terdapat sekolah menengah pertama (SMP) negeri. "Iya di SMP 1 Gondanglegi," ujarnya.

Seperti diketahui, dalam pelaksanaan UNBK 2019 ini akan diikuti sebanyak 37.075 siswa yang tersebar di 512 lembaga pendidikan SMP dan MTs baik negeri maupun swasta yang ada di Kabupaten Malang. 

Puji melanjutkan, kendala yang membuat sekolah belum bisa melakukan UNBK mandiri, bukan karena ketiadaan komputer saja. Tapi juga akses jaringan atau servernya. "Kita ketahui wilayah Kabupaten Malang seperti apa. Sehingga perlengkapan tersebut memang belum bisa merata ada di seluruh sekolahan," ujarnya.

Pihak Disdik Kabupaten Malang, pernah mengajukan usulan pemenuhan kebutuhan tersebut kepada pemerintah pusat. Tapi menurutnya, masih harus menunggu untuk mendapat persetujuannya. 

"Karena pusat masih memprioritaskan terlebih dahulu untuk SMK," imbuhnya.

Padahal, di tahun 2019 ini juga seluruh sekolah sudah diwajibkan untuk menerapkan kurikulum 13 atau K13. Sedangkan untuk kurikulum KTSP (kurikulum tingkat satuan pendidikan) di tahun ajaran baru sudah tidak diberlakukan. 

Penerapan K13 ini tidak bisa dilepaskan dengan adanya pemenuhan digitalisasi dalam proses pembelajaran. Komputer adalah salah satu alat yang wajib dimiliki oleh pihak-pihak sekolah. 

"Komputer menjadi  kebutuhan yang mendesak. Dengan adanya penerapan K13 ini. Selain tentunya akses jaringan atau server yang memadai," pungkas Puji.

End of content

No more pages to load