Ilustrasi petugas gabungan saat mengevakuasi lokasi pasca bencana yang terjadi di sepanjang musim puncak penghujan, Kabupaten Malang (Foto : Dokumen MalangTIMES)

Ilustrasi petugas gabungan saat mengevakuasi lokasi pasca bencana yang terjadi di sepanjang musim puncak penghujan, Kabupaten Malang (Foto : Dokumen MalangTIMES)



MALANGTIMES - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sempat memperkirakan jika puncak musim penghujan akan berlangsung mulai bulan Januari hingga akhir Februari. Jika dirata-rata, dalam sepanjang dua bulan lalu. Sederet musibah terjadi dalam dua hari sekali.

Sederet bencana mulai dari angin kencang, banjir, hingga tanah longsor, yang terjadi selama puncak musim penghujan berlansung. Dipicu karena adanya awan Cumulonimbus. Hal ini mengakibatkan hujan deras yang disertai petir, yang dapat memicu terjadinya berbagai musibah tersebut.


Merujuk pada data jumlah bencana yang dihimpun MalangTIMES, dalam dua bulan lalu tercatat sedikitnya 35 bencana yang terjadi di Kabupaten Malang. Dari jumlah tersebut, didominasi oleh musibah angin kencang yang berdampak pohon tumbang. “Berdasarkan catatan kami, terdapat tiga wilayah yang paling rawan terjadi musibah angin kencang. Yakni Kecamatan Pakisaji, Kepanjen, dan Turen,” kata Kasubsi Penanggulangan Bencana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang, Mudji Utomo.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, sederet bencana yang terjadi. Membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, serta beberapa instansi terkait terus memperkuat dan mensiagakan personel sigap dan tanggap bencana.

Selain itu, BPBD Kabupaten Malang juga memberikan penjelasan serta data rekapan bencana, guna menanggulangi potensi bencana alam yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu. “Kabupaten Malang masuk urutan kedua rawan bencana alam di tingkat Jawa Timur, dan peringkat 9 di tingkat nasional,” kata Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Malang, Bambang Istiawan.

Terpisah, Kasi Observasi dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karangploso, Anung Suprayitno menuturkan, sederet bencana yang terjadi di Kabupaten Malang diprediksi bakal terus berlanjut hingga awal bulan maret. Hal ini dipicu lantaran adanya beberapa fenomena atmosfer yang terpantau muncul secara bersamaan. “Adanya fenomena alam seperti ini, diprdiksi bakal meningkatkan potensi curah hujan. Termasuk di Kabupaten Malang,” pungkasnya.

 

End of content

No more pages to load