Pelaku (tengah) saat dirilis di Polres Malang Kota (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Pelaku (tengah) saat dirilis di Polres Malang Kota (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Trio Adi W (27) warga Jalan Kebalen Wetan gang 1, Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedung Kandang, Kota Malang, harus menunduk malu ketika dirilis oleh Polres Malang Kota di hadapan awak media. Jelas saja, sebab ia menjadi pelaku penganiayaan salah sasaran.

Latar belakang penganiayaan tersebut, berawal dari adik pelaku yang mengantarkan undangan di Kampung Warna-Warni, Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang pada 12 Februari 2019.

Saat itu, adik pelaku masuk ke Kampung Warna-Warni dan langsung memarkir kendaraannya. Kemudian, setelah itu, adik pelaku kemudian ditegur oleh pejaga pintu masuk Kampung Warna-Warni agar membayar tiket masuk.

Dan kemudian adik pelaku tetap ngotot jika ke tempat tersebut hanya untuk mengantarkan sebuah undangan dan bukan berwisata. Hingga akhirnya terjadi kesalahpahaman antara adik pelaku dan penjaga pintu masuk Kampung Warna Warni. Namun di situ, belum sempat terjadi adanya perkelahian.

Setelah itu adik pelaku kemudian pulang dan menceritakan kejadian kepada, kakaknya Trio. Sampai akhirnya, Trio kemudian sekitar pukul 17.30 wib bersama rekannya, mencari orang yang diceritakan oleh adik pelaku yang telah membentak.

Dan saat tiba di Kampung Warna-Warni, Trio menjumpai korban yang saat itu sedang menjaga pintu masuk. Tanpa basa-basi dan tanpa mengetahui apakah korban merupakan orang yang telah membentak adiknya atau bukan, pelaku langsung saja menghantam kepala korban menggunakan pecahan batu.

"Pelaku mendapatkan pecahan batu dari sekitar lokasi. Dan langsung dipukulkan ke kepala korban," ungkap Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna (8/3/2019).

Setelah memukul korban pelaku langsung mengambil langkah seribu. Sementara saat itu, korban sempat meminta pertolongan akibat mengalami luka dan pendarahan di kepala.

"Tak terima dengan perbuatan itu, korban lantas melapor ke Polres Malang Kota. Meski dalam kedaan terluka, korban masih bisa kita periksa," bebernya.

Dari laporan korban, petugas kemudian langsung melakukan penyelidikan serta memeriksa sejumlah saksi terkait kasus tersebut. Petugas sempat mengalami kesulitan karena saat itu korban dan pelaku tidak saling mengenal, sehingga korban tidak mengetahui identitas pelaku.

"Namun setelah penyidikan panjang petugas akhirnya bisa menangkap pelaku pada 6 Maret 2019 di kawasan Jalan muharto Gang VIII pada pukul 18.30 wib. Pelaku terancam Pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan penjara," pungkasnya.

End of content

No more pages to load