Petugas kepolisian beserta warga dan para relawan saat mengevakuasi jenazah korban yang ditemukan meninggal di bengkel las, Kecamatan Pakisaji. (Foto : PMI Kabupaten Malang for MalangTIMES)
Petugas kepolisian beserta warga dan para relawan saat mengevakuasi jenazah korban yang ditemukan meninggal di bengkel las, Kecamatan Pakisaji. (Foto : PMI Kabupaten Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Jika merasa kurang enak badan, sebaiknya jangan memaksa untuk terus bekerja. Jika tidak, apa yang dialami Samsul Arifin, warga Jalan Letjen Sutoyo II, Kelurahan Lowokwaru, Kota Malang, ini bisa saja menimpa kita.

Berdasarkan informasi yang didapat MalangTIMES, kakek 58 tahun itu ditemukan meninggal dunia saat bekerja di bengkel bubut dan las miliknya, yang berlokasi di Jalan Raya Genengan, Kecamatan Pakisaji, Kamis (7/3/2019).

“Sesaat sebelum ditemukan meninggal, korban sempat menelepon istrinya untuk minta dijemput di bengkel tempat dia bekerja lantaran mengeluh sakit,” kata Kanit Reskrim Polsek Pakisaji Ipda S. Budi Santoso.

Dari keterangan beberapa saksi yang berada di sekitar lokasi,  korban membuka bengkel miliknya pagi hari. Sejak saat itu, kakek yang berusia lebih dari setengah abad tersebut tak lagi terlihat beraktivitas.

Hingga akhirnya, seorang pelanggan yang bernama Purnomo, warga Desa Kranggan, Kecamatan Ngajum, mengunjungi bengkel korban dengan maksud untuk mengelas. “Dari keterangan saksi, saat itu korban terlihat tengkurap di belakang pintu bengkel,” ungkap Budi kepada MalangTIMES.

Semula, saksi sempat menduga jika korban sedang tiduran. Namun setelah dipanggil dan dibangunkan, Samsul nyatanya tidak menjawab dan tidak kunjung terbangun. Mengetahui jika korban meninggal, Purnomo bergegas berteriak minta tolong dan mengabarkan ke warga setempat.

Warga yang mendapat informasi tersebut bergegas menuju ke lokasi kejadian. Sedangkan sebagian lainnya  melapor ke Polsek Pakisaji. 

Mendapat laporan, beberapa personel gabungan dari kepolisian, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang, dan tim medis dari Puskesmas Pakisaji diterjunkan ke lokasi kejadian. Dari hasil olah TKP (tempat kejadian perkara), dan keterangan tim medis, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. “Usai dilakukan visum luar, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka,” terang Budi.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban selama ini memang memiliki riwayat sakit jantung dan sesak napas. Diduga kuat, sederet penyakit itulah yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Hal ini dikuatkan dengan keterangan Purnomo (saksi) bahwa sepekan belakangan korban hanya bekerja sendirian. Padahal, biasanya sang istri selalu menyempatkan diri untuk menemani suaminya bekerja. 

Sehari sebelum ditemukan meninggal, Samsul sempat mengeluhkan sakit. “Pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi dan bersedia membuat surat penyataan jika kematian korban murni karena riwayat penyakit yang dideritanya,” ujar Budi.