Muhammad Ahmes Avisiena Helvin atau Mas Okis (Foto: Instagram)

Muhammad Ahmes Avisiena Helvin atau Mas Okis (Foto: Instagram)



MALANGTIMES - Masih ingatkah Anda terhadap satu film bergenre drama komedi keluarga berjudul "Terlalu Tampan" yang ternyata diadaptasi dari sebuah webtoon dengan judul sama? Film ini tayang perdana di bioskop pada 31 Januari 2019.

Berawal dari komik digital webtoon, film “Terlalu Tampan”  berhasil menjadi salah satu film Indonesia yang ditunggu-tunggu pada akhir Januari 2019.  Berkisahkan suka duka sebuah keluarga yang seluruh anggotanya memiliki wajah tampan nan rupawan, serial komik digital “Terlalu Tampan” telah disimak lebih dari 9 juta pembaca.

Tidak mengherankan jika komik digital ini dilirik oleh sebuah  rumah produksi Visinema Pictures untuk diangkat menjadi film layar lebar. Penulis di balik serial komik tersebut merupakan mahasiswa Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) angkatan 2016 bernama Muhammad Ahmes Avisiena Helvin.

Ia menggunakan nama pena Mas Okis. Mas Okis merupakan seorang webtoonist yang kesehariannya bertugas untuk membuat alur cerita komik digital “Terlalu Tampan”. Berawal dari iseng mengikuti kompetisi webtoon challenge, komik dengan tokoh utama Mas Kulin ini berhasil digaet oleh pihak webtoon untuk merilis dua episode tiap minggunya.

“Ide awal pembuatan komik ini yakni saya ingin melihat bagaimana cara orang Indonesia merespons terhadap sesuatu hal. Mungkin saat kita melihat ada orang ganteng, tampak pada hidupnya sangat beruntung. Saat ia datang di suatu tempat, semua akan berasa heboh sendiri. Tapi di balik itu pasti ada cerita yang kita tidak ketahui. Bagaimana kesusahan mereka atau bagaimana kejelekan mereka yang tidak kita lihat.” papar Avis.

Enam bulan setelah rilis resmi di webtoon, Avis tidak menyangka komik buatannya dilirik oleh sebuah rumah produksi. “Awalnya saya pikir penipuan, tapi ternyata tiba-tiba ditawari  kontrak langsung dari Visinema” ungkapnya.

Meskipun sempat tidak direstui orang tua, Avis tetap berusaha keras untuk menyeimbangkan antara membuat komik dan mengerjakan tugas kuliah. “Mungkin awalnya terasa berat, apalagi awal perkuliahan itu ada mata kuliah gambar teknik yang cukup menyita waktu. Namun lama-kelamaan terbiasa dan toh  saya kebagian membuat ceritanya saja yang mungkin membutuhkan waktu 1 – 2 jam saja,” lanjutnya.

Avis menyatakan banyak sekali keuntungan yang diraupnya saat membuat serial “Terlalu Tampan”. Tentu semua itu tidak akan ia dapatkan ketika ia tidak menekuni passion-nya.

End of content

No more pages to load