Tersangka kasus penipuan beserta barang bukti yang berhasil diamankan Polres Malang. (Foto : Dokumen MalangTIMES)

Tersangka kasus penipuan beserta barang bukti yang berhasil diamankan Polres Malang. (Foto : Dokumen MalangTIMES)



MALANGTIMES - Setelah sempat vakum selama beberapa waktu, pelaku kasus penipuan kembali gencar mencari mangsa. Terhitung awal Maret ini, sedikitnya ada dua kasus yang berhasil diungkap jajaran kepolisian di wilayah hukum Polres Malang.

Terakhir, Sulisno -warga Dusun Gunungsudo, Desa Sumberagung, Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), diringkus petugas atas kasus penipuan dan penggelapan, Rabu (6/3/2019). Korbannya diketahui masih tetangganya sendiri, bernama Nuradin.

Diperoleh keterangan, aksi penipuan yang dilakukan Sulisno terjadi pada Juni 2017 lalu. Ketika itu, korban meminta pelaku untuk menjualkan sapi miliknya. Mendapat permintaan tersebut, tersangka bergegas membawa sapi ke pasar hewan yang berada di Kecamatan Gondanglegi.

Di sana, sapi yang dibawa  pria 35 tahun itu laku terjual dengan harga Rp 18,1 juta. Jumlah tersebut sudah melebihi nominal yang disepakati oleh keduanya. Yakni Rp 17,5 juta. “Pelaku sempat berkunjung ke rumah korban untuk menyampaikan jika sapi yang dititipkan sudah terjual. Namun uang hasil penjualan bakal diserahkan sebulan kemudian,” kata Kapolsek Sumbermanjing Wetan AKP Agus Murdiantono, Kamis (7/3/2019).

Mendengar penyataan tersebut, korban saat itu percaya saja. Namun berselang satu bulan lebih dari kesepakatan, uang yang dijanjikan tak kunjung diserahkan. “Sejak saat itu, keberadaan pelaku sempat tidak diketahui meski sempat dicari korban,” sambung Agus kepada MalangTIMES.

Berselang dua tahun kemudian, pria 59 tahun ini mendapat kabar jika pelaku  bersembunyi di  wilayah Kecamatan Turen. Mendapat informasi tersebut, Nuradin menyuruh pelaku agar segera kembali ke rumahnya yang ada di Kecamatan Sumawe.

Lantaran terus didesak, Sulisno akhirnya memutuskan untuk kembali ke rumah, Rabu (6/7/2019). Setibanya di rumah, korban beserta warga lain yang merasa juga menjadi korban penipuan berdatangan  untuk menuntut pertanggungjawaban. Merasa tersudutkan, pelaku justru memilih kabur.

Tak pelak, korban beserta warga lainnya seketika mengejar pelaku. Sebagian lagi memilih melaporkan ke Polsek Sumawe. Petugas yang mendapat laporan seketika diterjunkan ke lapangan untuk mencari keberadaan Sulisno.

Setelah dilakukan pencarian, polisi beserta warga setempat berhasil menangkap pelaku saat bersembunyi di pemakaman umum. “Kasus ini masih kami dalami. Disinyalir korban penipuan yang dilakukan oleh pelaku lebih dari satu orang. Modusnya, pelaku mengajak berbisnis untuk jual beli sapi hingga mengajak bisnis berjualan kayu,” terang mantan kapolsek Ampelgading ini.

Jika menelisik data kepolisian, kasus penipuan  tahun ini bukan kali pertama terjadi. Dua kasus sebelumnya, polisi juga berhasil mengungkap kasus penipuan. Petama pada 5 Februari, petugas berhasil mengamankan seorang pelaku penipuan dan penggelapan sepeda motor. 

Berselang satu bulan kemudian, anggota korps berseragam cokelat ini juga mengungkap kasus penipuan yang mengakibatkan kerugian korban mencapai Rp 62 juta.

Aksi pelaku penipuan saat ini juga semakin berani. Tidak hanya mengajak bisnis, pelaku juga nekat mengaku sebagai anggota polisi untuk mencari sasaran. Terbaru, pada 16 Februari lalu, seorang pelaku mengaku sebagai Kabag Ops Polres Malang Kompol Sunardi Riyono. Modusnya, pelaku meminta untuk dikirimi sejumlah uang dengan dalih utang dan akan segera dikembalikan.

Terpisah, Kasubag Humas Polres Malang AKP Ainun Djariyah membenarkan jika kasus penipuan memang marak terjadi. Tercatat, pada tahun 2018, sedikitnya ada 36 kasus penipuan yang berkedok jual beli online.

Selain modus penipuan jual beli online, Polres Malang juga berhasil mengungkap kasus penipuan dengan metode gendam. Total, sedikitnya ada 21 kasus gendam yang terjadi sepanjang tahun 2018 lalu. “Jika dirata-rata, dalam sebulan kami mendapat laporan terkait kasus penipuan sebanyak empat kasus,” pungkasnya.

 

End of content

No more pages to load