Bikin Gaduh, Cinta Laura Berkicau: Jadi Presiden Itu Berat, Biar Pak @jokowi Saja

MALANGTIMES - Mendadak gaduh. Warganet dari berbagai kalangan, dari aktivis sosmed, warganet yang terpecah dua kubu, petinggi partai sampai akun partai politik yang sedang berkompetisi, berlomba-lomba memberikan komentar di akunnya. Atas kicauan artis blasteran yang kini sedang sibuk syuting film horor Indonesia, yaitu Cinta Laura.
 


"Jadi Presiden itu berat, biar Pak @jokowi saja," kicau Cinta Laura di akun @xcintakiehlx saat menanggapi pernyataan Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto terkait presiden harus pintar bahasa Inggris.

"Kalau jadi presiden bahasa Inggrisnya harus hebat, Pak Prabowo kalah sama Cinta Laura. Cinta Laura saja yang jadi presiden, kira-kira seperti itu," ucap Hasto yang mendapat tanggapan Cinta dengan menyatir frasa tokoh dalam film Dilan yang diplesetkan. 

Sontak saja kicauan Cinta Laura tersebut menuai badai warganet pendukung paslon presiden 02. Bahkan akun partai Gerindra pun harus menanggapi kicauan artis kelahiran Quakenbruck, Jerman, 17 Agustus 1993 ini. 

Seperti biasa, komentar terkait dua nama calon presiden 2019 ini, kerap menjadi perdebatan panjang dan panas. Antara pendukung capres satu sama lain dengan gaya khas mereka berdebat di medsos. 

Tapi, kicauan Cinta di akun pribadinya yang mendapat respon 8,4 ribu retuit dan disukai 13,1 ribu akun, terselip komentar-komentar nyeleneh di tengah komentar serius serta saling menjatuhkan.

 

@PreeiiiZ menuliskan, "Kalau cinta laura jadi ibu presiden, saya ikhlas jadi bapak presidennya..." komentar pree.
 

Akun @suryowidiyanto juga menuliskan, "Cinta Laura run for president,". Bahkan akun Mang Kodir menuliskan mengenai kecintaannya kepada Cinta, "Love U @xcintakiehlx muuaachh..." ucapnya mirip dengan @hndra_adhy : "Iam with U Cinta".
 


Banyak lagi akun-akun lain yang mencoba untuk tidak memanaskan medsos terkait dua nama capres 2019. Mereka memilih berbagai komentar yang lebih manusiawi terhadap kicauan Cinta Laura yang juga berinteraksi dalam kolom komentar menanggapi warganet. Beberapa kali Cinta menuliskan, "Hoaks" atas komentar-komentar warganet yang masuk dalam kelas-kelas serius atas kicauannya tersebut.
 


Seperti yang disampaikan @sultan_ied :"Pak Jokowi jadi presiden itu berat, dan mengeluh tak sanggup kenapa msih maksa mau 2 periode. Baiknya angkat bendera putih saja, biarkan prabowo-sandi pasangan yang kuat melanjutkan," lantas dijawab Cinta singkat, "HOAX!".
 


Di sisi yang serius-serius lainnya menanggapi kicauan Cinta adalah akun partai Gerindra. @Gerindra bahkan sangat panjang menjelaskan persoalan tersebut kepada Cinta. Serta mencuitkan beberapa nama pahlawan nasional yang memiliki kemampuan berbahasa asing. Bahkan dalam rangkaian kicauannya, mengajak Cinta untuk belajar sejarah.

kicauan lengkap Partai Gerindra:
"Selamat sore Mba Cinta. Menanggapi hal tersebut sepertinya Pak Hasto tidak paham. Kemampuan berbahasa asing bukan menjadi faktor utama kita dalam menentukan pemimpin bangsa ini. Sekalian belajar sejarah Indonesia agar Mba Cinta tahu, admin ingin menyampaikan bahwa bangsa ini pernah memiliki putra-putra bangsa dengan kemampuan bahasa yang baik.

Seperti Alm. Gayatri Wailissa. Setidaknya beliau menguasai hingga 14 bahasa asing. Indonesia berduka kehilangan seorang polyglot terbaik bangsa seperti Alm.
Kemampuan berbahasa asing sebaiknya dimiliki oleh para pemimpin bangsa. Kemampuan berbahasa akan membuat diplomasi antarnegara terjalin baik. Apa jadinya, jika pemimpin bangsa tidak menguasai bahasa internasional?

Dalam sejarah bangsa Indonesia kita mengenal negarawan-negarawan yang menguasai setidaknya lima bahasa. Mereka disebut dengan polyglot. Bisa jadi mereka termasuk kategori orang-orang genius.

Dari ketekunan dan kedisiplinan kita pernah memiliki banyak negarawan dan tokoh bangsa. Kita tahu bahwa polyglot bukan keajaiban tapi ilmu yang digali. Jadi jelas pemimpin harus memiliki ilmu, apapun itu, ilmu bahasa, ekonomi, strategi, dll.

Yuk kita belajar tentang sejarah tokoh-tokoh bangsa kita, biar Mba Cinta Laura mengerti sejarah bangsa Indonesia." Cuitan @Gerindra pun beralih kepada sejarah Agus Salim, Soekarno, Hamka, R.M. Panji Sosrokartono, dan RA Kartini.

 

Top