Ilustrasi (Istimewa).

Ilustrasi (Istimewa).



MALANGTIMES - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Malang kembali memanggil seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diduga melakukan kampanye mendukung salah satu calon presiden menggunakan akun media sosial, facebook.

Pihak yang bersangkutan diketahui merupakan dosen di salah satu Perguruan tinggi Islam negeri di Kota Malang. 

Pria berinisial HA itu pun memenuhi panggilan Bawaslu Kota Malang pada Rabu (6/3/2019) kemarin.

Namun saat usai melakukan sidang, HA enggan berkomentar banyak saat ditemui awak media.

Dia hanya terlihat buru-buru dan menghindari kerumunan awak media serta langsung menuju kendaraan roda dua yang ia kenakan.

"Saya masih belum salat," jawabnya singkat.

Sementara itu, Koordinator Divisi SDM dan Organisasi Bawaslu Kota Malang Erna Al Maghfiroh yang ditemui usai meminta keterangan pada HA menjelaskan, Ha dipanggil lantaran telah mengunggah sebuah status di FB yang diduga mengarah pada dukungan salah satu calon Presiden.

"Tadi saat ditanyai yang bersangkutan mengaku kalau itu memang status yang ia buat," terang Erna.

Lebih jauh perempuan berhijab itu menyampaikan jika HA sudah mengunggah status berbau kampanye di FB pribadinya sebanyak lima kali. Unggajan tersebut dibuat sejak Desember 2018.

Menurutnya, HA mengunggah kalimat dukungan terhadap pasangan calon nomor urut 02 yaitu Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. 

Unggahan tersebut juga disertai dengan beberapa simbol paslon.

"Kalimatnya seperti Prabowo - Sandi hebat dan ada simbol-simbol paslon," jelas Erna.

Sedangkan bentuk sanksi yang akan diberikan kepada ASN yang bersangkutan, Erna menjelaskan jika Bawaslu akan terlebih dulu melakukan sidang. 

Jika memang terbukti melakukan kesalahan, maka yang bersangkutan akan dikirim surat.

Sebab sanksi sepenuhnya diserahkan pada pimpinan ASN tersebut. 

 

End of content

No more pages to load