Moh Yasin alias Bajil Tersangka serta barang bukti motor yang selama ini menjadi sarana untuk mencuri, Kecamatan Poncokusumo (Foto : Polsek Poncokusumo for MalangTIMES)

Moh Yasin alias Bajil Tersangka serta barang bukti motor yang selama ini menjadi sarana untuk mencuri, Kecamatan Poncokusumo (Foto : Polsek Poncokusumo for MalangTIMES)



MALANGTIMES - Apa ang dilakukan Moh Yasin alias Bajil warga Desa Belung Kecamatan Poncokusumo ini, benar-benar bikin geleng-geleng kepala. 

Bagaimana tidak, dalam kurun waktu tiga tahun, pelaku sudah melancarkan aksi pencurian sebanyak 48 kali.

Terakhir, pria 34 tahun itu melancarkan aksi pencurian di wilayah hukum Polsek Poncokusumo. 

Tepatnya di salah satu perkebunan milik Mohamad Shokib warga Dusun Wates Desa Wonomulyo Kecamatan Poncokusumo, pada 16 Februari 2019 lalu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun MalangTIMES, kronologi bermula saat pria 35 tahun itu berkunjung ke perkebunan miliknya yang berlokasi di Desa Wonorejo Kecamatan Poncokusumo. 

Saat itu, korban mengetahui jika tanaman bawang merah miliknya sudah rusak. 

Mirisnya sebagian besar tanaman yang sudah siap panen juga hilang.

Merasa jika pihaknya baru saja menjadi korban pencurian. Korban akhirnya memutuskan untuk membuat laporan ke Polsek Poncokusumo.

“Ketika itu korban mengaku jika bawang merah miliknya hilang karena dicuri. Atas kejadian ini, korban mengalami kerugian mencapai Rp 2,5 juta,” kata Kapolsek Poncokusumo, AKP Octa Panjaitan, Rabu (6/2/2019).

Mendapatkan laporan, beberapa personel kepolisian langsung dikerahkan kelapangan untuk melakukan peneyelidikan. 

Berdasarkan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara), pelaku melancarkan aksi pencurian dengan cara mencabut bawang merah yang sudah siap panen tersebut.

Selain itu, dari keterangan beberapa saksi menuturkan jika ada orang yang mencurigakan mengunjungi perkebunan milik korban pada malam hari. 

Belakangan diketahui, orang yang dimaksud adalah Bajil.

Mendapatkan keterangan tersebut, polisi kemudian bergegas untuk memburu keberadaan pelaku. 

Meski sempat menjadi buron selama lebih dari dua pekan, petugas akhirnya bisa mengamankan tersangka ketika berada di kediamannya. 

“Dari penuturannya, tersangka mengaku jika beraksi sendirian. Namun ini kami masih lakukan pengembangan,” tegas Octa kepada MalangTIMES.

Perwira polisi dengan pangkat tiga balok dibahu ini menambahkan, berdasarkan keterangan tersangka, mengaku jika barang hasil curian sempat dimasukkan ke dalam karung yang kemudian diangkut menggunakan sepeda motor.

“Bawang merah yang dicuri, diketahui dijual oleh pelaku. Uang hasil penjualan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” imbuhnya.

Selain itu, polisi juga menyita beberapa barang bukti dari tangan tersangka. 

Di antaranya satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter nopol N-5774-J, dan dua buah karung plastik yang digunakan untuk mengangkut hasil curian.

Di hadapan penyidik, Bajil mengaku jika aksi pencurian bukan kali pertama dia lakukan.

Berdasarkan hasil pengembangan sementara ini, pihaknya kedapatan sudah melakukan aksi pencurian sebanyak 48 kali.

Tepatnya pada bulan Oktober 2018 lalu, pelaku juga pernah mencuri beberapa ekor burung kenari milik warga. 

Terparah, sejak 2016 lalu, Bajil mengaku jika dia dan dua orang temannya sering mencuri ayam.

Sekali beraksi komplotan ini minimal mengasak tiga kandang ayam, dan membawa kabur rata-rata 60 ekor ayam. 

“Kasus ini masih kami dalami, termasuk memburu dua pelaku lain yang saat ini masih berstatus DPO (Daftar Pencarian Orang),” ujar Octa.

End of content

No more pages to load