LPSE Kabupaten Malang (Ist)

LPSE Kabupaten Malang (Ist)


Pewarta

Dede Nana

Editor

Heryanto


MALANGTIMES - Sejumlah kontraktor kembali menyampaikan kekecewaannya atas proses pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Malang yang dilakukan melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). 

Bukan hanya satu kontraktor yang dikecewakan, tapi sampai empat orang yang sejak kemarin mencoba untuk bisa masuk LPSE tapi selalu gagal. 

Server LPSE error dan tidak bisa dibuka oleh beberapa kontraktor yang akan mengajukan berbagai berkas untuk mengikuti pelelangan.

"Saya sejak sore kemarin sampai saat ini tidak bisa masuk LPSE. Muter terus. Padahal batas penyerahan dokumen hari ini (Rabu, 06/03/2019) pukul 16.00 WIB," keluh Yusuf salah satu kontraktor kepada MalangTIMES, Rabu (06/03/2019).

Tidak ingin menyerah begitu saja, Yusuf beserta beberapa kontraktor lain yang disebutnya dari beberapa wilayah luar Malang mencoba melakukan kontak ke petugas LPSE. 

Sayangnya, berkali-kali melakukan kontak tidak ada petugas yang mengangkat telepon.

Akhirnya mendapatkan informasi dan diarahkan dari Kepanjen ke kantor Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Malang. 

Di sana, Yusuf dan beberapa kontraktor lain di arahkan ke tempat lain. 

Yaitu ke Pendopo Agung Kabupaten Malang yang kini sedang ramai jadi perbincangan karena adanya rencana alih fungsi menjadi hotel dan tempat wisata sejarah budaya.

"Padahal kita hanya meminta dibuatkan berita acara (BA) agar pendaftaran yang akan ditutup di LPSE bisa diundur dan kita bisa mengikuti lelang tersebut. Karena situs LPSE tidak bisa dibuka," ujar Yusuf yang dibuat geleng-geleng kepala dengan model lelang yang dilakukan di Kabupaten Malang, yang menurutnya tidak profesional dan terkesan tidak sehat. 

Tidak heran, muncul dugaan errornya LPSE di Kabupaten Malang ini memang disengaja untuk setting proyek tertentu.

"Petugas LPSE ditelepon tidak ada, kita dilempar ke tempat lain juga tidak ada jawaban. Saya ikut lelang di berbagai daerah modelnya tidak seperti ini," imbuh Yusuf terlihat kesal.

Pendaftaran lelang melalui LPSE Kabupaten Malang untuk paket proyek pembangunan jalan di wilayah Poncokusumo telah dibuka. 

Nilai proyek yang akan dilelang sekitar Rp 10 miliar dan batas akhir penyerahan dokumen hari ini (6/3/2019) pukul 16.00 WIB.

Tapi, ternyata diambang batas terakhir pengumpulan dokumen lelang, situs LPSE Kabupaten Malang 'ngadat' tanpa ada konfirmasi penyebabnya seperti apa.

Maka, lagi lagi tak heran banyak masyarakat mencium dugaan permainan tidak sehat pada proses lelang di Kabupaten Malang.

Seperti juga disampaikan Malang Corruption Watch (MCW) yang menyatakan celah LPSE kerap terjadi saat ada pelelangan.

"Seolah-olah ada peretasan (hack) yang menyebabkan web di LPSE error. Sehingga peserta-peserta lelang yang lain tidak bisa memasukkan berkasnya," ujar Eki Maulana Divisi Monitoring dan Peradilan MCW.

Kondisi tersebut tentu perlu ada penjelasan konkret terkait persoalan yang kerap terjadi setiap tahun di LPSE. 

"Padahal semua tahu bagaimana banyaknya dokumen yang perlu disiapkan. Terus ada tahap evaluasi administrasi dan teknis, penawaran harga dan lainnya. Kalau pun di tahap-tahap itu kami kalah tidak apa-apa. Namanya lelang dan jadi bahan pelajaran kami ke depan. Tapi ini belum-belum modelnya kok seperti ini. Mau masuk LPSE aja tidak bisa," ungkap Yusuf.

MalangTIMES berusaha mengonfirmasi persoalan ini kepada Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Malang sekaligus penanggungjawab LPSE, Ferry Hari Agung.

Hanya saja, saat ditelepon ke selulernya yang bersangkutan mengangkat telepon kami dnamun tidak direspons. 

Terdengar suara orang sedang rapat saat telepon kami tersambung ke seluler Ferry Hari Agung. 

Hingga berita ini ditulis belum ada penjelasan resmi dari penanggungjawab LPSE Kabupaten Malang atas errornya LPSE seperti yang dikeluhkan para kontraktor yang akan mendaftarkan diri mengikuti proses lelang pengadaan barang dan jasa di Pemkab Malang.

End of content

No more pages to load