Ilustrasi peserta P3K (Ist)

Ilustrasi peserta P3K (Ist)



MALANGTIMES - Kuota yang diberikan pemerintah pusat kepada daerah mengenai rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) sebanyak 830 formasi, ternyata tidak dimaksimalkan oleh tenaga honorer K2 Kabupaten Malang.

Hal ini terlihat dari kuota yang diberikan pemerintah pusat. Hanya 879 yang lolos seleksi administrasi dari 887 tenaga honorer yang daftar. Dimana tenaga honorer yang lolos tersebut berhak mengikuti seleksi lanjutan untuk menjadi P3K.

Sayangnya harapan besar yang selama ini diperjuangkan oleh para honorer Kabupaten Malang serta dijembatani oleh pemerintah pusat melalui pembukaan seleksi P3K tidak maksimal diambil. Dari total 879 yang ikut seleksi lanjutan, ternyata yang lolos passing grade hanya 691. Sedangkan sisanya yaitu 188 peserta passing grade-nya di bawah ketentuan.

Dari ketentuan Badan Kepegawaian Nasional (BKN) passing grade peserta seleksi P3K adalah nilai kumulatif seleksi kompetensi minimal 65, dan sub kompetensi teknis minimal 42. Bila passing grade keduanya terpenuhi, maka diberlakukan passing grade wawancara, minimal 15. 

Cukup banyaknya tenaga honorer K2 yang tidak lolos passing grade tersebut, membuat skenario yang dibuat pemkab Malang bisa kembali berantakan. Yakni, mengenai pemenuhan kebutuhan pegawai di Pemkab Malang yang semakin banyak berkurang setiap tahunnya. Bahkan, menurut Nurman Ramdansyah Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Malang, bila peserta seleksi yang ikut lolos semua, masih belum memenuhi kekosongan pegawai yang terjadi.

"Jadi kita coba usahakan agar seluruh peserta yang ikut seleksi bisa masuk passing grade. Khususnya yang tidak lolos sejumlah 118 orang," kata Nurman yang juga menyatakan, walau secara resmi belum ada hasil kelulusan dari BKN. "Tapi, untuk passing hrade peserta sudah keluar," ujarnya.

Disinggung usaha yang akan diperjuangkan Pemkab Malang terkait tenaga honorer K2 yang tidak lolos passing grade, Nurman mengatakan akan membuat surat permohonan kepada BKN.

"Kita akan coba buat surat permohonan dan terus berkoordinasi dengan BKN. Mengenai kenapa peserta tidak lolos, saya tidak mengetahuinya," ucap Nurman.
Seperti diketahui, seleksi kompetensi bagi P3K tahap I  digelar mulai Sabtu (23/2/2019) hingga Minggu (24/2/2019) lalu. Dimana, peserta akan diseleksi dengan tes kompetensi menggunakan Computer Assisted Test (CAT) dan wawancara berbasis komputer.

Setiap peserta diberikan waktu 100 menit untuk menyelesaikan tes kompetensi yang terbagi menjadi tiga sub tes yang terdiri dari 40 soal Kompetensi Teknis, 40 soal Kompetensi Manajerial, dan 10 soal Kompetensi Sosio Kultural.

Sedangkan untuk wawancara berbasis komputer peserta diberikan waktu 20 menit untuk menyelesaikan 10 soal.

End of content

No more pages to load