Cuplikan screenshot emak-emak berkampanye hitam

Cuplikan screenshot emak-emak berkampanye hitam



MALANGTIMES - Kembali, pemilu 2019 yang suhunya panas semakin memuncak dengan beredarnya video emak-emak yang menyampaikan, bila Jokowi menang dan jadi presiden lagi, maka kurikulum agama di sekolah akan dihapus.

Video yang menjadi viral di dunia maya dan berdurasi pendek sekitar puluhan detik tersebut, membuat masyarakat heboh. Bahkan, kelas kementerian pun harus angkat bicara terkait omongan emak-emak yang dalam video tersebut menggunakan atribut PKS.

Seperti yang disampaikan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin. Dirinya menegaskan bahwa pendidikan agama tidak mungkin dihapus dalam kurikulum sekolah atau madrasah. 

"Di negara sekuler seperti Inggris dan sejumlah negara Eropa Barat, bahkan pelajaran agama wajib di sekolah, baik di sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah (public schools) apalagi di sekolah yang diselenggarakan oleh gereja (faith based schools)," jelas Kamaruddin seperti dikutip dari laman resmi Kemenag, Rabu (6/3/2019).

"Apalagi di Indonesia, negara yang dikenal sangat religius," imbuhnya.

Warganet pun tak kalah ramai dengan beredarnya video tersebut. Beberapa warganet  menanggapi dengan lelucon dan satir dengan apa yang disampaikan emak-emak yang menggunakan atribut PKS. 

Akun iamsuck menuliskan, "Jangan kurikulum agama yang dihapus. Matematika saja," tulisnya. 

Alphazaaa juga menuliskan, "Mak, emak mending ngurusin anak saja di rumah, dididik, biar jadi orang benar, kelak nanti bisa jadi presiden," tulisnya.

Isu kurikulum agama akan dihapus sebenarnya sudah santer sejak beberapa tahun lalu. Seiring dengan adanya kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terkait  sekolah selama 8 jam sehari dan lima hari dalam sepekan, sekitar tahun 2017. Isu tersebut terus bergulir dan dimungkinkan menjadi sumber yang dipakai emak-emak yang videonya viral dan berlokasi di Sulawesi Selatan itu.

Isu tersebut juga telah dibantah secara langsung oleh Mendikbud Muhadjir Effendy melalui videonya di Youtube berapa bulan lalu.

"Berkenaan dengan adanya berita, baik yang termuat di media TV, online, maupun cetak, bahwa Kemendikbud akan menghapus pelajaran di sekolah, pada kesempatan ini saya tegaskan bahwa sama sekali tidak ada rencana penghapusan pelajaran agama di sekolah," ujar Muhadjir.

Video yang tengah viral tersebut, memperlihatkan seorang ibu duduk di sebuah kursi dan sedang bertamu ke rumah penduduk. Dalam video itu, ibu tersebut mengajak pemilik rumah memilih pasangan nomor 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Serta menyampaikan omongan sebagai berikut :

"Kalau kita pilih Prabowo itu, kita pikirkan nasib agama kita, anak-anak kita walaupun kita tidak menikmati. Tapi besok lima tahun atau 10 tahun akan datang ini, apakah kita mau kalau pelajaran agama dihapuskan oleh Jokowi bersama menteri-menterinya,".

"Itu kan salah satu programnya mereka. Yang pertama, pendidikan agama dihapus di sekolah sekolah. Terus rencananya mereka itu menggantikan pesantren itu akan menjadi sekolah umum dan berbagai macam cara untuk ini,".

 

End of content

No more pages to load