MALANGTIMES - Layaknya toko swalayan yang menjual beraneka ragam barang dagangan. Mochamad Sholeh warga Dusun Karangjuwet Desa Donowarih Kecamatan Karangploso ini, juga menjual berbagai macam jenis narkoba. Akibat perbuatannya, pelaku kini harus mendekam dibalik jeruji tahanan Polres Malang, Selasa (5/3/2019).

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, pria 40 tahun itu diamankan Satreskoba Polres Malang, lantaran teebukti menjual narkoba. Dari tangan tersangka, polisi menyita sedikitnya 500 butir pil inex (sejenis ekstasi).

“Dari pendalaman kami, selain terbukti terlibat jaringan perdaran pil inex. Tersangka juga kedapatan mengedarkan narkoba jenis sabu,” kata KBO Satres Narkoba Polres Malang, Iptu Suryadi.

Suryadi menambahkan, usai menggerebek pelaku yang saat itu ketangkap tangan hendak melangsungkan transaksi di kawasan Jalan Raya Dusun Karangjuwet. Polisi langsung melakukan pengembangan dengan mengeledah alamat kontrakan pelaku, yang berlokasi di Perumahan Griya Asri, Desa Banjararum Kecamatan Singosari.

Disana, anggota korps berseragam coklat ini mendapati ratusan butir pil inex yang dibungkus menjadi beberapa bagian. Selain itu, petugas juga menyita lima poket sabu seberat 36 gram, seperangkat alat hisab, timbagan elektrik, serta ratusan klip plastik yang digunakan untuk mengemas sabu sebelum akhirnya dijual.

“Selama ini kami memang mengincar keberadaan pelaku. Tersangka dijerat pasal 114 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 1 dan 2 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara,” tegas Suryadi saat ditemui disela-sela agenda rilis, Selasa (5/3/2019).

Ditemui disaat bersamaan, Sholeh mengaku jika mendapatkan pasokan barang haram tersebut dari wilayah Madura. 

Selama ini, pria yang kesehariannya bekerja sebagai petani tersebut, mengambil kiriman narkoba dengan sistim ranjau. “Satu gram sabu saya dapatkan seharga Rp 1 juta. Kemudian saya jual kembali dengan harga berkisar antara Rp 1,3 hingga 1,4 juta,” pungkasnya.