Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Malang, George da Silva (Foto : Dokumen MalangTIMES)

Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Malang, George da Silva (Foto : Dokumen MalangTIMES)


Editor

A Yahya


MALANGTIMES - aya Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Malang, guna menyukseskan jalannya pesta demokrasi, mulai menemukan beberapa kendala. Terutama dalam rangka menghadirkan saksi untuk masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Malang, George da Silva menegaskan, terkait hal ini pihaknya sudah berupaya mengirim surat kepada Ketua Partai Politik yang mengikuti gelaran Pemilu (Pemilihan Umum), sejak tanggal 21 Februari lalu.

Jika merujuk pada kebijakan yang sudah ditentukan, batas pengiriman daftar nama saksi yang nantinya akan mendapatkan bimbingan teknis (Bimtek), diagendakan berakhir pada Senin (4/3/2019).

Namun hingga jatuh tempo, kenyataannya hanya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) saja yang memenuhi sebagian ketentuan tersebut. “Dikarenakan minimnya partai politik (parpol) yang sudah menyerahkan daftar saksi, Bawaslu pusat membuat kebijakan jika batas akhir pengunpulan ditambah sehari,” kata George kepada MalangTIMES.

Hingga berita ini ditulis, itikat baik tersebut nyatanya tidak sesuai ekspektasi. Sebab, hanya ada 4 partai yang mulai menggubris atensi dari Bawaslu tersebut. “Dari 15 parpol yang terdaftar, hanya ada 5 partai yang sudah mengirimkan nama saksi yang bakal menjalani bimtek,” sambung George, Selasa (5/3/2019).

Selain PKS, ada empat partai tambahan yang sudah menyetorkan nama kepada Bawaslu Kabupaten Malang. Keempat partai yang dimaksud adalah Partai Berkarya, Perindo, PKPI (Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia) serta PAN (Partai Amanat Nasional).

Dari kelima partai yang sudah memyetorkan, total sudah ada 2.801 daftar saksi yang diterima Bawaslu. Rinciannya PKS 160 orang saksi, Partai Berkarya 59 orang saksi, Perindo 834 orang saksi, PKPI 1.050 orang saksi dan PAN 698 orang saksi.

Sedangkan 10 sisanya yang diketahui belum menyetorkan daftar nama saksi, seperti partai Demokrat, PDIP, Golkar, PKB, Gerindra, serta beberapa partai lainnya, masih memiliki kesempatan hingga pukul 00.00 nanti.

“Total ada 8411 TPS di Kabupaten Malang, sedangkan yang sudah menyetorkan daftar saksi hanya lima partai. Itu masih jauh dari jumlah yang diharapkan,” keluh George.

George menambahkan, jika hingga jatuh tempo partai yang bersangkutan belum juga mengirim daftar saksi ke Bawaslu. Nantinya, daftar nama yang ada akan tetap diserahkan ke Bawaslu Provinsi, yang kemudian bakal dilanjutkan ke Bawaslu RI. “Jika memang masih ada banyak parpol yang belum menyetorkan nama, kebijakan sepenuhnya kami serahkan ke Bawaslu RI. Mekanismenya seperti apa itu kebijakan pusat,” pungkasnya.

End of content

No more pages to load