Sudarto alias Susi pengecer judi togel saat diamankan polisi, Kecamatan Lawang (Foto : Polsek Lawang for MalangTIMES)

Sudarto alias Susi pengecer judi togel saat diamankan polisi, Kecamatan Lawang (Foto : Polsek Lawang for MalangTIMES)



MALANGTIMES - Pergi ke sekolah bukan untuk menjemput anaknya, Sudarto alias Susi warga Dusun Tegalrejo Desa Ketindan Kecamatan Lawang ini, malah berurusan dengan polisi. Pelaku diringkus petugas lantaran terbukti menjadi pengecer togel (toto gelap), Senin (4/3/2019) petang.

Terungkapnya kasus ini bermula saat polisi mendapatkan laporan dari masyarakat, jika diwilayah hukum Polsek Lawang masih marak ditemukan praktik judi togel. Mendapatkan laporan, beberapa personel korps berseragam coklat ini, diterjunkan ke lapangan untuk melakukan penelusuran.

Hasilnya, petugas mendapat informasi jika pelaku hendak menerima tombokan di depan salah satu SD (Sekolah Dasar) Negeri yang berlokasi di Jalan Tegal Rejo, Desa Ketindan Kecamatan Lawang.

Tanpa menunggu lama, polisi langsung melakukan penyanggongan disekitar lokasi. Beberapa saat kemudian, Susi nampak mendatangi tempat penyanggongan. Mengetahui gerak-gerik yang mencurigakan, petugas seketika mengamankan tersangka. 

“Ketika diamankan, pelaku sempat mengelak jika terlibat jaringan judi. Namun saat digeledah dicelana yang dikenakannya, kami menemukan beberapa barang bukti yang menguatkan,” kata Kapolsek Lawang, Kompol Gaguk Sulistyo.

Gaguk menambahkan, barang bukti yang turut disita polisi diantaranya, satu unit handphone, dan uang senilai Rp 230 ribu. “Uang tersebut merupakan hasil dari para penombok judi togel yang diterima pelaku,” imbuhnya.

Atas dasar inilah, pria 58 tahun itu hanya bisa pasrah saat diglandang ke Polsek Lawang. Dari pendalaman penyidik, pelaku mengaku jika saat diamankan sedang menunggu beberapa penombok lain. Bahkan pihaknya juga mengaku jika menunggu kedatangan seorang pengepul, untuk menyerahkan uang tombokan judi togel. 

“Kasus ini masih kami kembangkan, termasuk memburu keberadaan pengepulnya,” tegas perwira polisi dengan pangkat satu melati dibahu ini.

Dihadapan petugas, Susi mengaku jika bisnis haram tersebut sudah dilakoninya selama tiga bulan belakangan ini. Alasan ekonomi, menjadi faktor utama pihaknya nekat menjadi pengecer judi togel. “Hasil dari ngecer togel saya gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Susi saat dimintai keterangan polisi.

End of content

No more pages to load