Kapolres Batu Sebut Perusakan APK Jadi Kerawan Pemilu tahun 2019 di Kota Batu

MALANGTIMES - Tingkat kerawanan Pemilihan Umum (Pemilu) di Kota Batu tahun 2019 didominasi oleh pengerusakan Alat Peraga Kampanye (APK). Hal itu disampaikan Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto saat acara Sosialisasi Tahapan Pemilu tahun 2019 di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani, Selasa (5/3/2019).

“Kerawanan di Kota Batu ini kalau dilihat itu terkait dengan pengerusakan APK. APK ini bisa dirusak dari pihak lawan atau pun dirusak sendiri dengan catatan ingin mengambil simpati,” kata pria yang akrab disapa Buher ini.

APK yang rawan akan perusakan dilihat dari tempat dan cara pletakkannya. Apakah rawan terkena angin, dan kekohan saat mendidirkan APK.

”Dan hal ini sudah ditemukan di beberapa titik. Bagi masyarakat yang melihat ada yang melakukan ini coba menginformasikan kepada Polres Batu,” imbuhnya.

“Termasuk APK ini akan ditertibkan di esok hari nya oleh KPU Kota Batu, Bawaslu Kota Batu, dan pihak kepolisian agar membantu pelaksanaan. Sebab APK ini ada yang ilegal dan legal,” jelas lulusan Akademi Polisi tahun 2000 ini.

Selain itu Buher juga mengingatkan kepada calon legislatif agar tidak merusak pohon dan tanaman. “Mulai dipaku, ditali, di kawat, tetap saja judulnya merusak. Secara estetika itu tidak baik. Sudah ada ketentuan, dan di beberapa wilayah daerah di jalan juga tidak boleh ada APK,” ungkap Buher.

Sedang dalam pengamanan Pemilu 2019 mendatang, personel yang akan disiapkan sebanyak  220 personel.

”Tapi ini kan masih melihat, karena dari informasi terakhir dari Polres Batu ada 6 kecamatan termasuk wilayah Kecamatan Pujon dan Kecamatan Kasembon.  Ada 1.263 TPS yang kurang lebih 275.741 pemilih,” ujar pria 43 tahun ini.

Karena itu pihaknya juga membangun komunikasi dengan linmas, PKK, PPS, tentang mengamankan logistik serta proses pada saat pesta demokrasi berlangsung.

“Ini akan dikoordinasikan lagi, masih fleksibel. Apalagi dari KPU Kota Batu informasinya masih ada penambahan 3 TPS lagi,” tutupnya.

Top