Presiden Direktur PT. Citra Kebon Mas, Deddy Indrasetiawan (memegang michrophone). (Foto: Rino/Humas)

Presiden Direktur PT. Citra Kebon Mas, Deddy Indrasetiawan (memegang michrophone). (Foto: Rino/Humas)



MALANGTIMES - Baru sekitar 3 persen saja orang Indonesia menjadi pengusaha properti. Tentu ini merupakan peluang yang besar untuk generasi milenial yang mulai mencoba peruntungan dalam berbisnis.

Hal ini dinyatakan oleh Presiden Direktur PT. Citra Kebon Mas Deddy Indrasetiawan dalam gelaran Talkshow Literasi Properti yang digelar Bank BTN di Hall Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Selasa (5/3/2019).

“Baru sekitar 3 persen saja orang Indonesia menjadi pengusaha properti. Jadi belum banyak saingan,” ujarnya memberikan tips berbisnis properti Zaman Now kepada 6 ribuan mahasiswa.

Sayangnya, generasi milenial saat ini memiliki tabungan yang terbatas. Kondisi inilah yang menjadi kendala generasi milenial dalam memulai berbisnis properti yang sangat menjanjikan ini.

Namun menurut Deddy, generasi milenial tidak perlu lagi memikirkan modal yang besar untuk memulai bisnis properti. Bahkan Deddy mengklaim, dengan tanpa modal sekalipun, anak muda saat ini sudah dapat memulai bisnis properti.

“Anak muda saat ini dapat berbisnis tanpa modal dengan menjadi agen properti,” ungkapnya. Disebut Deddy, ada banyak jalan untuk menjadi seorang entrepreneur properti.

“Kita bisa memanfaatkan properti yang sudah dimiliki untuk disewakan. Misalnya di rumah ada kamar yang kosong, bisa kita sewakan sebagai kos-kosan. Jadi tidak perlu membangun rumah dulu, baru bisa dijadikan bisnis,” papar Deddy.

Lebih lanjut Deddy menjelaskan, generasi saat ini memang dituntut untuk berpikir kreatif. Dalam berbisnis properti, berpikir kreatif juga diperlukan untuk menciptakan konsep business plan, di samping harus juga mencari lahan yang potensial. Dengan begitu, para milenial dapat berbisnis dengan ketersediaan modal yang kecil melalui investor.

Deddy juga berbagi kiat memasarkan bisnis properti. Sebagai generasi yang melek media, milenial dapat dengan mudah mencari informasi properti yang diinginkan, karena biasanya dipasarkan melalui pemasaran digital. Seperti Facebook Ads atau melalui fitur pemasaran platform media sosial lainnya.

Ia mengungkapkan, memulai bisnis properti memang memiliki tantangan tersendiri. Seperti daya beli masyarakat yang tidak menentu, ketersediaan lahan dan perizinan. Akan tetapi, Deddy mengajak generasi milenial untuk tidak takut saat memulai bisnis properti.

“Jangan takut untuk menjadi pengembang bisnis properti. Masih ada banyak peluang yang bisa kita ambil, untuk memulai bisnis. Terlebih, kebutuhan akan rumah yang tinggi dan sudah menjadi kebutuhan pokok, sedangkan jumah pengembang masih terbatas. Jadi bisnis property memang sangat menjanjikan,” tandasnya.

End of content

No more pages to load