Kendarana yang berhasil diamankan petugas (ist)

Kendarana yang berhasil diamankan petugas (ist)



MALANGTIMES - Kasus ini nampaknya bisa dibuat menjadi contoh atau cerminan agar masyarakat berhati-hati ketika membeli kendaraan sepeda motor atau pun mobil. Apalagi membeli lewat media sosial atau melalui orang per orang.

Sebab bisa saja setelah Anda membeli sepeda motor, terlebih lagi tanpa dilengkapi surat-surat yang lengkap, bisa saja sepeda motor tersebut malah mengantarkan Anda ke jeruji penjara.

Seperti yang dialami Nor Hidayah (29), seorang sopir ojek online, warga Jl Budi Utomo, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Setelah membeli sepeda motor berjenis Honda Beat tanpa dilengkapi surat-surat, ia begitu kaget ketika ditangkap petugas.

Ternyata motor yang ia beli, merupakan motor bodong hasil dari kejahatan pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Hal tersebut ia ketahui setelah petugas menunjukan laporan kehilangan dari seorang korban bernama Agatha.

Motor tersebut, sebelumnya diberi Nor dari seseorang berinisial BS. Saat itu, Nor membeli sepeda motor tersebut seharga Rp 2 juta. Saat ditangkap, Nor memang mengelak telah melakukan pencurian kendaraan bermotor dan mengaku hanya membeli dari seseorang, yang kemudian ia jual kembali.

Kapolsek Sukun Kompol Anang Tri Hananta menjelaskan jika motor tersebut merupakan motor yang dicuri di depan sebuah rumah Tepatnya di Jalan Sukun Sidomulyo, Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang pada 1 Maret 2019 sekitar pukul 21.00 wib.

Setelah kejadian tersebut, korban selanjutnya melapor ke Polsek Sukun. Sampai akhirnya petugas yang telah melakukan penyelidikan selama beberapa hari. Tepat tanggal 3 Maret 2019, polisi menemukan petunjuk tentang keberadaan sepeda motor tersebut.

Petugas saat itu mendapati seseorang yang tengah menjual sepeda motor melalui media sosial, mirip dengan milik korban yang hilang. Dari situ, kemudian petugas melakukan penelusuran hingga mengajak pelaku ini untuk bertemu dan transaksi.

Setelah dicek, ternyata benar jika sepeda motor tersebut merupakan sepeda motor hasil curian yang merupakan milik warga Jalan Sukun Sidomulyo.

Saat itu petugas dan pelaku sepakat untuk melakukan transaksi dan bertemu di kawasan pertigaan Jalan Mulyorejo. Setelah memastikan bahwa benar jika tersebut adalah motor curian, petugas tidak menunggu lama dan langsung menangkap pelaku.

Saat ditangkap, pelaku memang berkelit jika dirinya bukanlah pelaku pencurian kendaraan bermotor. Namun apapun alasannya, barang bukti sudah ditemukan pada tangan pelaku, sehingga pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Memang ngakunya ke beli dari seorang seharga 2 juta dan tanpa dilengkapi surat-surat kendaraan. Kemudian oleh pelaku Ini motor tersebut dijual kembali lewat media online. Tapi berhasil kami amankan dulu.

Pelaku dikenakan Pasal 480 KUHP sebagai penadah motor hasil curian, ancaman emapt tahun. Saat ini masih pengembangan," pungkasnya (4/5/2019).

End of content

No more pages to load