Perdagangan manusia masih kerap terjadi di beberapa negara. (Foto: ist)

Perdagangan manusia masih kerap terjadi di beberapa negara. (Foto: ist)



MALANGTIMES - Meskipun era perdagangan  manusia atau human trafficking yang dilakukan secara terang-terangan sudah berakhir, bukan berarti praktik ini telah musnah. Hingga saat ini, kenyataannya, perdagangan manusia masih tetap dilakukan secara diam-diam, terselubung, melalui jaringan-jaringan "bawah tanah".

Bukti masih gencarnya perdagangan manusia itu diungkapkan sebuah situs bernama haverskok. Sebuah situs yang terbilang konsen terhadap dunia  "gelap" sejak lama.

Dalam situs itu, terdapat data negara-negara yang masih masih terjadi perdagangan manusia, lengkap dengan harganya. Ada yang dihargai puluhan juta. Namun tidak sedikit pula manusia yang dihargai sangat murah, bahkan lebih murah dari hewan ternak. 

Berikut ini empat negara di dunia yang praktik menjual manusia dengan harga  sangat murah masih terjadi.

1. Mozambik

Harga seorang gadis di Mozambik, Afrika, lebih murah dari ayam di pasar.  Di negara miskin ini. tengah terjadi masalah human trafficking sangat serius. Bahkan, sudah sekian lama terjadi masalah eksploitasi penjualan warganya.

Mekanismenya pada umumnya para korban akan dibujuk dahulu sebelum akhirnya dijual sebagai budak. Dari data yang ada, manusia di sana murah. Bahkan seorang gadis dihargai hanya Rp 28 ribu. Gadis-gadis yang jadi korban itu akan dijadikan budak atau harus melayani pria hidung belang. 

2. India

Di India dengan populasi warganya yang sangat besar, memang tengah terjadi masalah human trafficking. Korbannya tidak hanya wanita dewasa, namun juga gadis belia.

Yang  memilukan dari masalah ini adalah para gadis yang dihargai sangat murah. New York Times melaporkan bahwa seorang gadis dihargai Rp 324 ribu. Ada juga yang dibanderol dengan harga Rp 609 ribu.

Sebagai perbandingan, harga kerbau di India Rp 4,7 juta. Jadi,satu kerbau setara dengan harga 9 manusia. 

Biasanya, gadis muda dipekerjakan sebagai budak. Atau, jika telah beranjak dewasa, mereka dipaksa untuk bergabung dalam bisnis prostitusi. 

3. Thailand 

Negara ini juga sedang bergelut dengan masalah human trafficking yang cukup serius. Di Thailand terjadi aktivitas perdagangan yang target utama anak-anak. 

Harganya Rp 338 ribu. Diduga nilai itu bukan harga beli, tapi harga sewa. Mereka disewa untuk tujuan khusus dan biasanya dipaksa mencari uang dengan cara menjadi pengemis.

Pemerintah Thailand sendiri sepertinya telah mengetahui permasalahan tersebut  dikelola oleh sebuah sindikat. Pemerintah  tengah melakukan upaya pencegahan dan penuntasan masalah tersebut.

4.. Bangladesh

Di negara tetangga India ini juga sedang terjadi kasus perdagangan manusia. Tercatat di negara terdapat sindikat khusus eksploitasi manusia dengan cara diperjualbelikan. 

Tidak hanya orang dewasa, tapi juga gadis-gadis jadi korban jual beli di negara ini. Dengan Rp 3,3 juta, pembeli bisa membawa gadis Bangladesh pulang. Terkadang transaksi itu dilakukan si gadis sendiri atau orang tua dengan pembeli.

 

End of content

No more pages to load