Emil Dardak pantau USBN melalui cctv di SMAN 8 Malang. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

Emil Dardak pantau USBN melalui cctv di SMAN 8 Malang. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur Emil Dardak mengapresiasi pengawasan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) berbasis komputer di SMAN 8 Malang (4/3). Seperti yang diketahui, hari ini adalah hari pertama pelaksanaan USBN berbasis komputer.

Untuk diketahui, dalam soal USBN ditambahkan materi soal berupa esai. Materi pembuatan soal diserahkan kepada pemerintah provinsi untuk jenjang SMA/SMK, dan pemerintah kota/kabupaten untuk jenjang SMP.

Nah, Emil melihat suasana USBN di sesi kedua melalui CCTV dari ruang kepala sekolah SMAN 8. Menurut orang nomor dua di Jatim itu, sekolah di Malang memiliki integritas yang tinggi dalam melakukan pengawasan terhadap ujian pertama USBN kali ini.

"Tadi kami perhatikan fasilitasnya dibagi menjadi dua sesi, yaitu sesi pertama dan kedua. Sekarang ini kita masuk sesi kedua, dipantau melalui CCTV setiap kelas. Jadi nggak berani nyontek lah. Ini makanya sekolah ini juga mempunyai integritas yang tinggi," ujar Emil.

Lebih lanjut Emil menyampaikan, saat ini USBN adalah salah satu komponen bagi sekolah untuk menentukan kelulusan. Ada 16 mapel dengan lama pelaksanaan 8 hari. Kemudian, baru ujian nasional (UN) selama 4 hari. Ia menegaskan, sekarang ini yang menentukan kelulusan adalah USBN.

"Justru sekarang ini yang menentukan kelulusan adalah USBN. Nah, karena integritas sekolah diukur dari UN, tetap anak-anak all out UN," ungkap Emil yang pada saat itu mengaku berpuasa demi kelancaran USBN.

Untuk diketahui, USBN juga dapat dilakukan dengan android. Meski begitu, Kepala Sekolah SMAN 8 Kota Malang Anis Isrofin menyatakan bahwa sekolah tidak menerapkan sistem dengan android. "Kalau di SMA 8 tidak ada. Kita menghindari android karena kasihan anak-anak, terlalu kecil. Memang kan sekolah-sekolah lain ada yang pakai android, memang diperbolehkan, kemudian ada aplikasinya dipasang," paparnya.

Sementara itu, laporan USBN ini menurut Anis akan langsung terkoneksi menuju provinsi. "Nanti setelah selesai nilainya akan langsung akses ke provinsi. Semua sekolah nanti langsung aksesnya ke provinsi," pungkasnya.

End of content

No more pages to load