Agus Solehudin tersangka beserta barang hasil curian saat diamankan polisi, Kecamatan Pakis (Foto : Polsek Pakis for MalangTIMES)

Agus Solehudin tersangka beserta barang hasil curian saat diamankan polisi, Kecamatan Pakis (Foto : Polsek Pakis for MalangTIMES)



MALANGTIMES - Ditinggal kabur temannya, Agus Solehudin warga Dusun Bedali Desa Tempuran Kecamatan Pasrepan Kabupaten Pasuruan, bonyok setelah jadi sasaran amuk warga, Minggu (3/3/2019) tengah malam.

Berdasarkan laporan yang diterima MalangTIMES, Agus jadi sasaran amuk warga sesaat setelah melancarkan aksi pencurian di Dusun Krajan Desa Bunut Wetan Kecamatan Pakis. Tidak sendirian, Agus diketahui beraksi bersama seorang temannya yang berinisial IF.

“Saat kepergok mencuri, IF berhasil kabur hanya tersangka atas nama Agus saja yang berhasil diamankan warga. Kasus ini masih kami dalami, termasuk memburu keberadaan IF,” kata Kapolsek Pakis AKP Hartono, Senin (4/3/2019).

Polisi yang mendapat informasi jika ada pelaku pencurian yang diamankan warga, bergegas meluncur ke lokasi kejadian. Dalam kondisi babak belur, pelaku seketika diamankan polisi dan diglandang ke Polsek Pakis, guna menantisipasi banyaknya massa dan amukan warga. “Dari tangan tersangka, kami menyita barang bukti berupa kunci T yang digunakan untuk mengasak motor milik korban,” sambung Hartono.

Berdasarkan hasil olah TKP (Tempat Kejadian Perkara), serta keterangan beberapa saksi yang dihimpun polisi. Komplotan maling motor ini berniat mengasak kendaraan Honda Beat nopol N-6978-ID, milik Pradana Gilang Nugraha warga Dusun Krajan Desa Bunut Wetan Kecamatan Pakis.

Diperoleh keterangan, sebelum melancarkan aksinya komplotan ini sempat berkeliling di sekitar lokasi kejadian untuk mencari sasaran, dengan mengendarai motor beat. Saat itu, keduanya mengetahui jika sepeda motor korban terparkir di samping rumahnya. Situasi yang sepi membuat pelaku beserta temannya, memutuskan untuk mencurinya.

Ketika beraksi, kedua pelaku saling berbagi tugas. Agus bertugas sebagai eksekutor, sedangkan IF mengawasi situasi di sekitar lokasi.

Mengetahui situasi aman, Agus kemudian mengeluarkan kunci T yang sudah dibawa dari rumahnya. Tanpa basa-basi, pria 22 tahun itu seketika merusak kontak kendaraan. 

Setelah berhasil, Agus kemudian bergegas kabur sembari membawa motor korban.

Korban yang saat itu berada di dalam rumah bersama istrinya, mendengar mesin kendaraan nyala dan bergegas mendatangi sumber suara. Benar saja, suara yang didengar pria 28 tahun itu merupakan mesin kendaraannya yang dinyalakan pelaku.

“Korban sempat mengejar pelaku yang kabur dengan cara menaiki motornya. Meski sempat melawan, pelaku akhirnya terjatuh saat berupaya kabur,” sambung Hartono.

Bukannya menyusul temannya, Agus yang saat itu tersungkur karena dipukul saat mengendarai sepeda motor curian. Pelaku justru melawan korban. Mendapatkan perlawanan, Gilang berusaha meladeni serangan pelaku sembari berteriak jika ada maling.

Warga yang mendengar teriakan, bergegas mendatangi sumber suara. Mengetahui jika banyak warga yang berdatangan, Agus akhirnya memutuskan untuk melarikan diri ke wilayah perkampungan.

Massa yang geram, justru semakin bersemangat mencari keberadaan pelaku yang kabur menghindari kejaran warga. Hingga akhirnya, keberadaan pelaku berhasil diketahui warga. 

“Tersangka kepergok saat bersembunyi di salah satu rumah warga. Usai dihakimi massa, pelaku langsung kami glandang ke Polsek Pakis,” ujar perwira polisi dengan pangkat tiga balok di bahu ini.

Di hadapan penyidik, Agus mengaku jika baru kali pertama mencuri. Namun, belum sempat menikmati hasil curian. Pihaknya justru kepergok pemilik motor dan dihakimi massa. 

“Saya terpaksa mencuri lantaran kepepet butuh uang,” pungkasnya.

 

End of content

No more pages to load