Dr. Abdul Aziz S.R. dosen ilmu politik UB (kiri)  dan Prof. Bagong Suyanto salah satu guru besar di unair Surabaya (dua dari kiri) saat diskusi buku di UB

Dr. Abdul Aziz S.R. dosen ilmu politik UB (kiri) dan Prof. Bagong Suyanto salah satu guru besar di unair Surabaya (dua dari kiri) saat diskusi buku di UB


Editor


MALANGTIMES - Penataan ekonomi di negeri ini perlu dibenahi. Karena saat ini yang berlaku sistem ekonomi monopoli. Hal itu sebagaimana diungkap Dr. Abdul Adi dalam bedah buku Ekonomi Politik Monopoli yang digelar di ruang Nuswantara yang FISIP UB pada senin (4/3/2019). 

Abdul Adi membeber masalah pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang ia bahas dalam bukunya tersebut. Dalam diskusi tersebut ia memberikan komentarnya tentang kebijakan yang diambil pemerintah terhadap ekonomi monopoli di Indonesia. Dalam bukunya yang berjudul "Ekonomi Politik Monopoli" tersebut berisi tentang penelitiannya terhadap ekonomi monopoli yang ada di Indonesia. 

Dengan adanya kegiatan tersebut, ia berharal berharap nantinya agar pemerintah itu kembali kepada komitmen dasar negara seperti pembangunan ekonomi dengan cara menurunkan pesan dari amanat yang diberikan konstitusi. "Saya berharap nantinya akan ada perbaikan kebijakan dari pemerintah, sehingga nantinya keadilan akan tercipta," pungkasnya.

Kegiatan bedah buku itu digelar oleh Himapolitik-FISIP-UB. Dalam bedah buku, ia menghadirkan langsung penulis buku yang didiskusikan tersebut. Di antaranya, Dr. Abdul Aziz S.R. dosen ilmu politik UB dan Prof. Bagong Suyanto salah satu guru besar di unair Surabaya.

Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan agar peserta lebih memahami teori sosial dan ekonomi politik. Terlebih lagi untuk para mahasiswa ataupun khalayak umum yang menjadi peserta, terutama yang bergelut di dunia sosial ekonomi politik agar lebih memahami teori dari sosial dan ekonomi politik.

"Kita berharap nantinya teman - teman yang hadir disini maupun masyarakat umum agar lebih memahami tentang teori sosial dan juga ekonomi politik," ujar Reza Pahlevi ketua Himapolitik 2019

Sekitar 70 peserta yang menghadiri diskusi tersebut secara hikmat. Mereka secara serius mendengarkan apa yang di diskusikan oleh kedua penulis tersebut.

Sementara itu, Prof. Bagong Suyanto dalam diskusi bedah buku tersebut menjelaskan bahwa tak hanya sekedar membahas teori yang ada di dalam buku tersebut. Namun, juga menjabarkan latar belakang dan akar dari filosofi teori - teori tersebut. Sehingga, peserta tak hanya sekedar memahami teori yang terdapat dalam buku tersebut. Namun juga mampu mendalami lagi isi dari teori tersebut.

"Kita tidak ingin sekedar membahas teorinya, juga menjabarkan latar belakang filosofi, akar pemikiran filosofi dari teori - teori itu, sehingga masing - masing bab itu membahas teori yang lebih lengkap dibanding handbook," jelasnya.

Sebagai ketua dari Himapolitik-FISIP-UB, dengan adanya kegiatan tersebut, Reza berharap nantinya tak hanya peserta saja, bahkan masyarakat luas akan lebih giat lagi untuk membedah isi buku - buku baru yang berkualitas sehingga akan menambah wawasan yang lebih luas lagi.

End of content

No more pages to load