Rombongan DPKPCK dan pengurus Korpri Kabupaten Malang saat berada di Makassar untuk study banding pengelolaan Rusunawa ASN (DPKPCK for MalangTIMES)
Rombongan DPKPCK dan pengurus Korpri Kabupaten Malang saat berada di Makassar untuk study banding pengelolaan Rusunawa ASN (DPKPCK for MalangTIMES)

MALANGTIMES - br>Tak menunggu lama, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang, langsung terbang menuju Baddoka, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (04/03/2019). 

Baca Juga : Pandemi Covid-19, Revitalisasi Pasar Bunulrejo Dibatalkan

Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di bawah komando Wahyu Hidayat ini terbang ke Makassar untuk melihat secara langsung sekaligus menimba ilmu pengelolaan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) bagi Aparat Sipil Negara (ASN).

Punggawa DPKPCK Kabupaten Malang bersama pengurus Korpri yang nantinya ditunjuk sebagai pengelola Rusunawa ASN Kabupaten Malang. Mereka bersama-sama melakukan study banding sebagai upaya merumuskan hal teknis setelah pembangunan rusunawa ASN di Block Office Kanjuruhan selesai di bulan April datang.

"Ini sebagai langkah cepat kita bersama Korpri agar nantinya setelah pembangunan selesai dan diserahterimakan dari Kementerian, bisa langsung dipakai. Urusan teknis tentang berbagai hal di dalamnya juga sudah siap," kata Wahyu Hidayat Kepala DPKPCK Kabupaten Malang, Senin (04/03/2019) kepada MalangTIMES.

Seperti diketahui, pembangunan rusunawa ASN di bawah pengawasan pihak DPKPCK Kabupaten Malang serta bersumber dari dana hibah pusat ditarget selesai April datang. 

Penyelesaian bangunan di bulan tersebut, akan secara langsung ditindaklanjuti DPKPCK Kabupaten Malang dengan mengajukan  penyelesaiannya kepada Kementerian sehingga bisa ditindaklanjuti proses serah terimanya dari Kementerian ke pemerintah daerah.

"April selesai kita ajukan langsung ke Kementerian PUPR. Sehingga nantinya bisa segera ditindaklanjuti," ujar Dokter Ilmu Sosial dari Unmer Malang ini.

Disinggung mengenai pengelolaan rusunawa ASN di Baddoka, Makassar, Sulawesi Selatan, yang akan dibawa pulang ke Kabupaten Malang, Wahyu menyampaikan beberapa hal teknis operasional dalam pengelolaan yang nantinya akan diterapkan setelah melihat dan menimba ilmu dan pengalaman di lokasi yang dikunjunginya.

Baca Juga : Jamin Nasib Tenaga Kerja, Disnaker-PMTSP Kota Malang Ajukan Skema Jaring Sosial

"Ada beberapa yang akan kita replikasi. Tentunya disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di kita. Yang pasti proses, mekanisme pengelolaan yang akan kita terapkan dari berjalannya rusunawa ASN di Makassar itu," ucapnya.

Beberapa point yang dimungkinkan akan diterapkan adalah mengenai dasar-dasar aturan terkait aset, baik bangunan maupun tanah. 

Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dimungkinkan bisa didulang dengan adanya rusunawa ASN adalah pengenaan tarif dasar retribusi dan pemeliharaan. 

Selain hal tersebut, lanjut Wahyu, mengenai aturan-aturan main penghuni rusunawa nantinya.

"Jadi nanti kita rumuskan setelah study banding ini. ASN yang bagaimana yang boleh dan tidak menyewa rusunawa. Terus terkait hal teknis mengenai listrik, kebersihan, air bersih dan lainnya," pungkas Mantan Kepala Dinas Pengairan Kabupaten Malang ini.