4 varian (keripik daun singkong rasa dendeng,  keripik mendol rasa pedas, keripik bakwan jagung rasa pedas manis dan keripik bergedel rasa pedas) keripik sayur yang paling sering diminati pembeli

4 varian (keripik daun singkong rasa dendeng, keripik mendol rasa pedas, keripik bakwan jagung rasa pedas manis dan keripik bergedel rasa pedas) keripik sayur yang paling sering diminati pembeli



MALANGTIMES - Setiap kali berkunjung ke luar kota hendak berlibur atau kegiatan lainnya, tentunya yang difikirkan adalah oleh – oleh ketika hendak pulang kampung. Banyak jenis oleh – oleh yang berbeda dari setiap kota. Di Kota Malang sendiri, cukup banyak makanan khas Malang yang bisa dibawa pulang sebagai oleh – oleh. Salah satunya keripik sayur bikinan Effendi warga desa Polowijen, Kota Malang.

Sebelumnya Effendi sudah memproduksi keripik buah yang sudah lama berjalan. Namun, karena sistem panen buah yang berupa musiman, membuatnya berfikir keras untuk memproduksi jajanan unik dengan bahan baku yang selalu ada dan tidak musiman untuk mendapatkannya. Ia mulai membuat keripik sayur sejak 3 tahun lalu. 

Namun, di tahun pertama ia hanya memproduksi sebagai tester saja. Kemudian, di tahun kedua ia mulai menitipkan jajanannya tersebut di toko – toko, dan di tahun ketiganya ia sudah mulai memasarkan jajanannya tersebut lewat media online dan juga kota besar di Indonesia.

“Keripik sayur ini saya mulai sejak 3 tahun lalu, tahun pertama saya beri sebagai tester saja, tahun kedua saya titipkan, tahun ketiga sudah mulai menjual ke luar kota, karena banyak yang pesan dari luar kota,” papar Effendy pemilik rumah produksi keripik buah dan sayur.

Ia menuturkan bahwa keripik sayur buatannya tersebut lebih dikenal oleh warga dari luar Kota Malang. Hal tersebut dikarenakan banyak toko tempat penitipan keripik sayur tersebut ia katakan kurang proaktif. Ia mengatakan kurang proaktif tersebut sebagai kurang mengenalkan produk barunya tersebut kepada konsumen.

Namun, penjualan keluar kota dengan jumlah besar dalam sekali pesan itulah yang ia maksudkan dengan lebih dikenal di luar kota daripada di Kota Malang sendiri. “Kalau di Malang, ada toko yang kurang proaktif menjualnya, tidak mengenalkan jika ada produk baru di tokonya tersebut. Ada barang masuk ya sudah, yang penting tokonya terisi,” jelasnya.

Ia menuturkan ada 6 item keripik sayur yang ia buat. Di antaranya, keripik daun singkong rasa dendeng, keripik daun singkong rasa paru, keripik daun kenikir rasa pedas gurih, keripik mendol rasa pedas, keripik bakwan jagung rasa pedas manis dan keripik bergedel rasa pedas. Untuk varian yang paling difavoritkan konsumen adalah bakwan jagung rasa pedas manis.

Namun, ia mengatakan bahwa pemasaran keripik sayur tersebut terkendala dengan label halal untuk keripik sayurnya tersebut. Pasalnya, ia menuturkan untuk mendapatkan label tersebut, ia harus mengeluarkan sejumlah uang dalam proses pembuatan label halal tersebut. Seperti yang ia tuturkan, meskipun bahan yang digunakan ia jamin halal 100 persen, namun dengan label halal tersebut tak menutup kemungkinan untuk membuat orang lebih percaya dengan kehalalannya serta akan lebih mudah lagi untuk pemasarannya.

“Bahan yang saya gunakan memang 100 persen halal, tapi produk ini masih belum ada label halalnya. Mau ngurus itu, tapi dananya masih saya gunakan untuk biaya produksi dulu” jelas Effendi

Ia juga mengatakan bahwa keripik sayur buatannya tersebut pernah dipamerkan dalam bazar di Moskov, Rusia, yang dibawa oleh Dinas Koperasi sebagai oleh – oleh unik dari Kota Malang tahun 2018 lalu. Kemudian, ia juga menegaskan bahwa keripik sayur buatannya tersebut, merupakan satu – satunya keripik sayur yang diproduksi di Kota Malang.

Untuk menikmatinya, konsumen hanya perlu membayar Rp 7000,-/pack dengan berat 75 gram untuk pembelian langsung di tempat produksinya tersebut. “Keripik sayur ini hanya satu – satunya yang ada di Malang, tempat lain di Malang masih belum membuat keripik sayur seperti ini,” pungkasnya.

End of content

No more pages to load