Stormy Yudo Prakoso pemilik Hi Animation di meja kerjanya saat membuat video animasi

Stormy Yudo Prakoso pemilik Hi Animation di meja kerjanya saat membuat video animasi



MALANGTIMES - Berbicara soal kreativitas di Kota Malang memang tak ada habisnya. Mulai dari kerajinan, kuliner, hingga kreativitas lainnya. Seperti yang sudah dilakukan oleh Stormy Yudo Prakoso. Ia merupakan pemilik Hi Animation Studio yang terletak di wilayah Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Di studionya tersebut, ia memproduksi video – video animasi yang lucu dan keren bahkan sudah tayang di layar kaca Indonesia.

Sebelumnya, ia mengawali usaha kreatifnya tersebut seorang diri sejak tahun 2011 lalu. Sempat mengalami kebangkrutan hingga ia harus menjual komputer miliknya untuk menggaji karyawannya. Namun tak berhenti disitu saja, ia terus berusaha hingga tahun 2016 ia bisa berdiri kembali hingga sekarang.

“Sempat bangkrut pada tahun 2015, komputer habis semua. Tapi tahun 2016 bangkit lagi dan masih jalan hingga sekarang” ujar Yudo kepada Malang Times.

Ia menuturkan bahwa video animasi yang ia produksi, sebagian besar merupakan film pendek yang berseri. Film animasi berseri buatannya tersebut sudah pernah tayang di layar kaca Indonesia seperti MNC TV, Trans TV dan perusahaan televisi besar lainnya yang ada di Indonesia.

Film animasi pendek buatan Yudo tersebut sudah masuk ke layar kaca Indonesia sejak pertengahan tahun 2012. Film animasi pertama yang tayang tersebut berjudul Songgo Rubuh yang tayang di MNC Tv. Namun ia saat ini sedang mengarap film animasi pendek dengan episode terbanyak yang pernah ia buat sekitar 26 episode yang terbagi menjadi 2 sesion nantinya.

Ia menuturkan bahwa ia pernah mendapatkan bayaran hingga ratusan juta untuk sebuah video animasi. Namun, jumlah tersebut menurutnya bukan bayaran termahal yang pernah ia dapatkan. Sebab, ia juga pernah mendapatkan bayaran hanya puluhan juta untuk video beberapa detik saja.

“Saya pernah mendapat bayaran hingga ratusan juta untuk video berdurasi 5 menit, tapi itu bukan bayaran termahal, tapi yang termahal itu saya dapat bayaran Rp 10 juta untuk video berdurasi 15 detik saja” jelas Yudo.

Ia sudah memproduksi puluhan judul video animas bersama dengan 8 orang karyawannya yang masih muda. Pemilihan karyawan muda tersebut dijelaskan Yudo karena supply animasi terbanyak adalah dari merka yang hanya lulusan SMK saja dibandingkan dengan lulusan sarjan. Sebab para kebanyakan sarjana hanya menjadi creator saja, bukan animator. 

“Biasnya kalau sarjana itu dibentuk untuk menjadi creator, sedangkan lulusan SMK mereka dibekali sebagai animator, jadi kebanyakan karyawan saya lulusan SMK” ujarnya.

Sementara itu, pemilihan lokasi di daerah yang jauh dari keramaian merupakan salah satu strategi untuk memproduksi video animasi yang berkualitas. Pasalnya, ia menjelaskan bahwa pembuatan animasi sangat membutuhkan konsentrasi yang cukup tinggi. Sehingga, ia memilih tempat yang bisa dibilang lebih tenang karena jauh dari keramaian kota meskipun lokasinya berada dipinggiran Kota.

“Bikin video animasi begini kan butuh konsentrasi yang besar, jadi saya pilih lokasi di sini karena tempatnya tenang, bisa lebih konsentrasi untuk membuat video animasi yang berkualitas,” pungkasnya.

 

End of content

No more pages to load