Kondisi lokasi kejadian saat terbakar api, Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Foto : Camat Sumbermanjing Wetan for MalangTIMES)

Kondisi lokasi kejadian saat terbakar api, Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Foto : Camat Sumbermanjing Wetan for MalangTIMES)


Editor

A Yahya


MALANGTIMES - Kejadian nahas dialami Sriani warga Dusun/Desa Druju Kecamatan Sumbermanjng Wetan (Sumawe). Diduga karena kompor gas yang digunakannya bocor, membuat rumah sekaligus ruko miliknya ludes dilahap si jago merah Sabtu (2/3/2019) Malam.

Dari informasi yang dihimpun MalangTIMES, kronologi bermula saat Sriani hendak merebus kacang tanah di ruko miliknya. Setelah api sudah menyala, korban kemudian menuangkan bensin ke beberapa botol. Apes, tanpa sepengetahuan korban, kompor gas yang digunakannya untuk memasak ternyata bocor.

Tidak lama setelah itu, kobaran api dari selang gas yang bocor kemudian menyambar tumpahan dan puluhan botol bensin yang ada di sekitar tempat kejadian. Di saat bersamaan, tumpukan gas LPG juga turut dilahap si jago merah. 

“Korban memang seorang pedagang toko, selain menjual sembako pihaknya juga menjajakan bensin berupa premium dan pertalite serta berjualan gas LPG,” kata Camat Sumawe Agus Harianto, saat dikonfirmasi Minggu (3/3/2019) petang.

Warga yang mengetahui kejadian ini, semula sempat memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun bukannya padam, api justru kian membesar. Hingga akhirnya, perangkat desa yang mendapat laporan berinisiatif untuk melaporkan peristiwa ini ke petugas pemadam kebakaran. “Api tidak sempat merambat ke pemukiman warga, tidak ada korban jiwa atas insiden ini,” sambung Agus.

Terpisah, Kepala Seksi Pencegahan Dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran (PPBK) Kabupaten Malang, Agus Suyanto menuturkan, usai mendapatkan laporan pihaknya langsung berkoordinasi dengan PT Pindad Turen, untuk menerjunkan mobil pemadam kebakaran yang bakal dikerahkan ke lokasi kejadian. “Kebakaran baru bisa dipadamkan sekitar satu jam paska kejadian. Dari informasi yang kami terima, kerugian diperkirakan mencapai Rp 35 juta,” tutup Agus.

End of content

No more pages to load