Truk penangkut pasir saat dievakuasi petugas usai terlibat kecelakaan tunggal, Kecamatan Turen (Foto : Istimewa)

Truk penangkut pasir saat dievakuasi petugas usai terlibat kecelakaan tunggal, Kecamatan Turen (Foto : Istimewa)



MALANGTIMES - Imbauan bagi para penguna jalan. Jika merasa lelah terlebih kantuk yang tak tertahankan, dianjurkan untuk menepikan kendaraan kemudian beristirahat. Jika tidak, apa yang dialami Fandi warga Desa Tamanayu Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang, bisa saja menimpa kita.

“Berdasarkan informasi yang kami himpun dari kesaksian korban. Saat mengemudikan truk, pihaknya mengaku jika mengantuk dan sempat tertidur. Sehingga menyebabkan kecelakaan tunggal,” kata Kanitlaka Lantas Polres Malang, Ipda Agus Yulianto.

Diperoleh keterangan, insiden kecelakaan tunggal ini terjadi di Jalan Panglima Sudirman Kecamatan Turen, Minggu (3/3/2019) dini hari. Tepatnya sekitar pukul 03.30 waktu setempat, truk Mitsubishi nopol N-9919-UZ yang bermuatan pasir, melintas dari arah Kecamatan dampit menuju Kota Malang, dengan kecepatan sedang.

Setibanya dilokasi kejadian, korban tiba-tiba tidak sadarkan diri lantaran tertidur. Tidak berselang lama setelah itu, truk yang dikemudikan pria 20 tahun itu menghantam beberapa bangunan yang ada disekitar lokasi kecelakaan.

Warga yang mengetahui pristiwa ini, seketika berupaya menyelamatkan korban yang saat itu mengendarai truk sendirian. Sedangkan beberapa warga diantaranya, menyempatkan untuk melaporkan ke perangkat desa dan dilanjutkan ke pihak kepolisian.

“Akibat kecelakaan tunggal ini, gapura jalan dan toko roboh lantaran dihantam truk. Sedangkan bagian kiri sebelah depan truk juga mengalami ringsek,” sambung Agus kepada MalangTIMES.

Agus menambahkan, meski truk dan beberapa bangunan rusak. Namun tidak ada korban jiwa atas insiden kecelakaan tunggal ini. “Korban hanya mengalami luka-luka. Terkait kerugiannya, kami masih belum dapat memastikan. Hanya saja ditafsir kerugian mencapai puluhan juta,” imbuhnya.

Dari pendalaman MalangTIMES, hingga tadi siang (Minggu). Beberapa personel kepolisian masih sibuk melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara). Selain itu, petugas juga menghimpun keterangan dari beberapa saksi mata. “Menjelang sore, truk sudah berhasil dievakuasi,” terang Agus.

Dihadapan polisi, Fandi mengaku jika sesaat sebelum kecelakaan terjadi. Pihaknya sempat beristirahat dan tidur di kawasan Desa Talok Kecamatan Turen. Namun karena harus mengantarkan kiriman pasir, pria yang kini berusia kepala dua ini akhirnya nekat melanjutkan perjalanan.

“Sebenarnya capek dan ngantuk, tapi karena masih ada tangungan ngirim pasir, ya terpaksa harus melanjutkan perjalanan. Namun saat diperjalanan justru tertidur, ketika sadar saya sudah dikerumuni warga. Besok juragan saya mau ganti semua kerugian, tadi sudah saya telphone,” ujar Fandi.

 

End of content

No more pages to load