Salah satu kelinci hibrida yang dikembangkan di Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

Salah satu kelinci hibrida yang dikembangkan di Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)



MALANGTIMES - Demi mewujudkan peternakan kelinci yang terintegrasi, Pemkot Batu gelontorkan anggaran sebesar Rp 100 juta. Recananya akan diwujudkan pada tahun 2019 ini melalui program bantuan budidaya kelinci kepada kelompok tani di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Selama ini memang di sana merupakan sentra atau kampung kelinci. Sebagian masyarakatnya selain bertani juga beternak kelinci.

Melihat permintaan daging kelinci kepada peternak Kota Batu terus mengalami peningkatan, sampai-sampai peternak di Kota Batu kesulitan memenuhi permintaan tersebut karena kewalahan.

Kabid Peternakan dan Perikanan Dinas Pertanian Kota Batu Lestari Aji mengatakan, dengan anggaran tersebut akan diberikan satu paket bantuan meliputi kandang kelinci, bibit kelinci, dan sebagainya.

“Untuk program pemberian bantuan bibit kelinci yang kami berikan sebanyak 108 jenis New Zealand. Lalu pakan, dan biogas kelinci,” kata Lestari.

Ia menjelaskan program itu diberikan agar nantinya bisa mengembangkan peternakan kelinci dan memenuhi permintaan pasar. Melihat dari kurang lebih 2 ribu ekor kelinci masih belum bisa mengatasi permasalahan tersebut.

“Dengan adanya bantuan ini supaya peternak bisa mengembangkan potensi tersebut. Dan bisa mengurai permasalahan yang selama ini terjadi, supaya mereka tidak perlu memenuhi permintaan dengan mengambil dari luar daerah,” imbuhnya.

Menurutnya, salah satu faktor peternak kelinci belum bisa memenuhi pasar karena angka kematian kelinci. Yakni sekitar 1 persen hingga 5 persen. Sedangkan angka kelahiran 2 persen.

“Angka kematian kelinci masih tinggi. Namun masih dalam batas kewajaran. Karena itu, Pemkot Batu juga memberikan bantuan untuk menekan angka kematian dan memenuhi permintaan,” ujar Lestari.

Sedang wisatawan banyak yang tertarik mengonsumsi daging kelinci Kota Batu karena tekstur ketika dimakan sangat lembut. Wisatawan juga suka kelinci usia muda karena rasanya lebih manis.

Apalagi peminat daging kelinci ini didominasi oleh orang lanjut usia yang menginginkan dagingnya halus. 

End of content

No more pages to load