Dicap Berkonten Pornografi oleh KPI, Bruno Mars Kesal, Warganet Beraksi Keras

MALANGTIMES - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kembali melakukan gebrakan pembatasan bahkan pelarangan penayangan lagu barat yang diduga bermuatan pornografi, aksi porno dan cabul. Baik KPI Jawa Barat (Jabar) sampai KPI Jawa Tengah (Jateng).

Seperti diketahui KPI Jabar telah melayangkan surat edaran berisi imbauan pembatasan penanyangan 17 lagu barat. Dengan merujuk Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran/P3SPS. 17 lagu tersebut adalah Dusk Till Dawn, Sangria Wine, Mr. Brightside, Let Me, Love Me Harder, Plot Twist, Shape of You, Overdose, Makes Me Wonder, That's What I Like, Fuck it Don't Want You Back, Bad Things, Versace On The Floor, Midsummer Madness, Wild Thoughts, Till it Hurts, dan Your Song. Hanya boleh ditayangkan  pada pukul 22.00-03.00 WIB karena dianggap memuat lirik-lirik berbau pornografi.

Sontak saja, salah satu penyanyi dunia Bruno Mars yang lagunya (That's What I Like dan Versace On The Floorena) kena pembatasan, bernyanyi di dunia maya. Protes keras dan begitu kesalnya atas kebijakan tersebut.

"WTF! I was poppin in Indonesia! Then here comes @edsheeran with his sick, perverted lyrics, geetin us all pinched! Thanks Ed. Thank a lot" tulis akun @brunomars.

Bukan hanya sang penyanyi yang merasa kesal. Warganet pun beramai-ramai mempertanyakan hal tersebut pada KPI. Mereka banyak yang geleng kepala dengan alasan pembatasan bahkan pelarangan lagu-lagu barat. Mereka juga mengaitkan dengan banyaknya tayangan televisi di Indonesia, baik lagu, reality show sampai sinetron yang lebih mengganggu dan berkonten tidak mendidik masyarakat.

"Lah, Apa kabar Sinetron dan acara-acara sampah yang tiap hari tayang di TV nasional?? Hidup Laptop si Unyil !!!" tulis akun gregoriusadhi terlihat kesal dan bingung dengan sikap KPI tersebut.

Akun lainnya secara langsung bahkan menyerang KPI, seperti yang dituliskan oc_ik :"Ga paham lagi gua, makin b*d*h aja sok-sok an ngatur lagu barat vulgar. Dikira lagu-lagu dangdut tidak vulgar apa. Toh juga percuna dibatasi. Youtube, Spotify,Joox masih bebas download. Kalau buat aturan atau batasan pake otak juga lah ibu/bapak pejabat yang sangat saya sayangkan memimpin lembaga-lembaga yang fungsinya sebenarnya bagus. Tapi malah malu-maluin begini," ujarnya.

Banyak komentar warganet yang menyayangkan kebijakan KPI yang menurut mereka sangat mundur sekali. Bahkan terkesan seperti pepatah lama, "Gajah dipelupuk mata tidak terlihat, semut dikejauhan begitu tampak,".

Deretan komentar warganet tersebut bisa dilihat seperti di bawah ini :

Setali tiga uang, KPI Jateng bahkan bukan hanya melakukan kebijakan pembatasan tapi juga pelarangan lagu yang dianggap berkonten pornografi. Bahkan jumlah lagu yang dibatasi dan dilarang di Jateng lebih banyak dibandingkan di Jabar, yaitu sebanyak 58 lagu.

Dimana, dari 58 lagu tersebut11 di antaranya termasuk kategori yang dilarang untuk diputar, sisanya merupakan lagu yang dibatasi penyiarannya. Seperti yang disampaikan Komisioner KPI Daerah Jateng, Muhammad Rofiudin.

"Untuk kategori lagu yang dilarang diputar, artinya lagu tersebut sama sekali tidak diperbolehkan disiarkan, sedangkan lagu yang dibatasi berarti lagu tersebut hanya dapat disiarkan pada jam tertentu, mulai pukul 22.00 – 03.00 WIB," ujarnya seperti dirilis media Jateng.

Lagu-lagu itu dilarang karena dinilai berpotensi mengampanyekan seks bebas dan memicu fantasi seksual. Ada pula yang mengandung kata-kata kasar, cabul dan merendahkan martabat manusia.

 

Top