Kajari Kota Malang Amran Lakoni SH MH (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Kajari Kota Malang Amran Lakoni SH MH (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Orang-orang yang terlibat kasus korupsi laboratorium MIPA Universitas Negeri Malang (UM) bakal belum bisa tidur nyenyak. Pasalnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang terus mendalami  kasus korupsi  yang menyebabkan kerugian negara miliaran rupiah itu.

Sampai saat ini, Kejari Kota Malang masih berkutat dalam tahap pengumpulan bahan keterangan (pulbaket). Tujuannya mencari informasi terbaru terkait keterlibatan oknum lain dalam kasus korupsi lab MIPA UM.

Kepala Kejari (Kajari) Kota Malang Amran Lakoni menjelaskan, saat ini pihaknya masih terus melakukan pulbaket. Progres pulbaket tersebut saat ini sudah mendapatkan keterangan beberapa pihak.

Saat ini, kejari sudah mewawancarai beberapa pihak terkait kasus korupsi lab tersebut. Namun dari keterangan yang didapat, sampai sejauh ini, kajari memgaku belum menemukan adanya indikasi keterlibatan.

Namun, siapa pihak-pihak yang dimaksud kajari? Sayang Amran  masih enggan untuk membeber siapa yang telah diwawancarai jaksa.

"Jadi, wawancara ini beda degan pemeriksaan. Jika pemeriksaan, mereka kami undang ke sini. Tapi kalau wawancara, kami  mendatangi sumber," jelasnya.

Disinggung juga terkait proses pulbaket sudah berjalan berapa persen, Amran enggan menejelaskan secara rinci. Dia dengan tegas mengatakan jika dalam hal ini tidak terdapat persentase.   "Tidak ada persentase. Kalau iya, iya. Kalau tidak, tidak," tandasnya.

Seperti diketahui, kasus korupsi Lab MIPA UM terjadi pada 2009. Dari kasus tersebut, mencuat kerugian negara sekitar Rp 14 miliar.

Beberapa oknum yang terlibat juga sudah berhasil diamankan oleh Kejari Kota Malang. Saat ini mereka bahkan sudah menghuni Lapas Lowokwaru. Satu di antara mereka yang telah ditahan sempat mengungkapkan keterlibatan oknum petinggi UM.
 

 

End of content

No more pages to load