MALANGTIMES - Mulai 2019, siswa yang hendak mendaftar Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN) wajib mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).

Pelaksanaan UTBK dilakukan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). LTMPT adalah lembaga di bawah Kemenristekdikti, yang kini merupakan satu-satunya lembaga penyelenggara tes perguruan tinggi terstandar di Indonesia.

Owner Bimbel Ilhami Suluh Wahyu Pambudi dalam gelaran Santriversitas, try out UTBK SBMPTN dan Talk show menyatakan, SBMPTN tahun 2019 memang mengalami perubahan yang signifikan. Dikatakan Suluh bahwa SBMPTN tahun 2019 100 persen menggunakan sistem komputer atau UTBK.

"Kalau tahun kemarin sebagian masih dilakukan secara manual," ujar Suluh Wahyu Pambudi saat ditemui di Universitas Islam Malang (Unisma) (2/3).

Nah, dengan model UTBK ini, peluang siswa untuk diterima di universitas yang diinginkan sangat besar. Sebab, siswa dapat mengikuti UTBK sebanyak 2 kali. "Jadi kalau kali pertama gagal dapat ikut lagi. Tapi usahakan kali kedua jangan gagal," imbuhnya.

Sama seperti ujian SBMPTN pada umumnya, UBTK kali ini dibagi menjadi dua yakni kelompok Soshum (sosial dan humaniora) dan Saintek (sains dan teknologi). Pendaftaran UBTK sendiri telah dimulai sejak Jumat kemarin (1/3) dan akan ditutup pada tanggal 24 Maret 2019.

Informasi tentang pendaftaran UTBK dapat diakses di https://ltmpt.ac.id. Untuk diketahui, UTBK dapat diikuti siswa lulusan 2017, 2018, dan 2019, dari pendidikan menengah (SMA/MA/SMK) dan sederajat hingga lulusan Paket C tahun 2017, 2018, dan 2019. UTBK menggunakan soal-soal ujian yang dirancang sesuai dengan kaidah akademik untuk memprediksi keberhasilan calon mahasiswa di semua program studi.