Wali Kota Malang Sutiaji saat memberi sambutan di SDN Madyopuro 2. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji saat memberi sambutan di SDN Madyopuro 2. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pembangunan jalan tol Malang-Pandaan (Mapan) berdampak pada salah satu SD, yakni SDN Madyopuro 2. Lokasi sekolah yang sebelumnya terletak di Jalan Raya Madyopuro No.2 kini telah dipindah ke Jalan Danau Jonge. Hari ini (2/3), Wali Kota Malang Sutiaji meresmikan gedung baru SDN Madyopuro 2 tersebut.

Dalam sambutannya, Sutiaji menegaskan bahwa kolaborasi antara siswa, orang tua, dan guru adalah hal yang harus dilakukan dalam upaya untuk memaksimalkan kualitas pendidikan anak.

Baca Juga : Hari Ini, Pemkot Malang Luncurkan Bansos Tahap Awal bagi Warga Terdampak Covid-19

"Pemkot terus menerus berupaya berusaha semaksimal mungkin bagaimana kualitas pendidikan, potensi pendidikan yang ada dioptimalkan. Kolaborasi antara siswa, wali siswa, dengan guru juga menjadi hal yang tidak bisa dipungkiri. Saling mengingatkan dan saling mengontrol," ujarnya.

Ia juga meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang agar SDN Madyopuro 2 menjadi pilot project untuk pendidikan karakter.

"Saya minta tadi kepada Ibu Kepala Dinas, tolong sekolah ini sekolah yang sudah bagus menjadi pilot project untuk pendidikan karakter di Kedungkandang, dikuatkan, dari Kedungkandang untuk Malang," tandasnya.
 

53fa03f3-2870-4ae6-8f3d-18b67dccb79d63a5869249e659f3.jpg

Untuk diketahui, anggaran dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk pembangunan gedung baru SDN Madyopuro 2 ini sebesar Rp 5.318.595.730. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Zubaidah.

"Pembangunan SDN Madyopuro 2 ini adalah dampak dari jalan tol yang mendapat anggaran dari Kementrian PU melalui APBD daerah Kota Malang senilai Rp 5.318.595.730," paparnya.

Waktu pelaksanaan pembangunan dikatakannya selama 180 hari, mulai 14 Mei 2018 hingga 9 November 2018.

Baca Juga : Bantuan Pangan Non Tunai di Kota Batu Sudah Cair, Berikut Jadwal dan Lokasi Tokonya

Nah, anggaran tersebut masih menyisakan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) sebesar Rp 529.884.730. Silpa ini akan digunakan untuk pemenuhan sarana prasarana, di antaranya meja kursi siswa dan almari guru.
 

727e0bc8-3bda-4611-83dc-26dddd3d5707b44d08563c618464.jpg

Untuk diketahui, model sekolah SDN Madyopuro 2 ini tidak seperti model bangunan SD pada umumnya. Melainkan ada sentuhan religiusnya. Selain sentuhan keagamaan, nantinya juga akan ada sentuhan kebudayaan pada gedung. Silpa inilah yang nantinya juga akan digunakan untuk menambah nuansa Malangan pada bangunan.

Hal ini jelas berbeda dengan kondisi SDN Madyopuro 2 sebelumnya. Dari segi luas, jelas lebih luas gedung yang baru ini. Selain itu letaknya juga lebih kondusif, jika dahulu berada di pertigaan jalan yang cukup ramai, sekarang berada di kawasan taman Velodrom yang lebih tenang dan nyaman untuk belajar.

"Kami berpesan kepada Bapak Ibu Kepala Sekolah dan Guru SDN Madyopuro 2 ini, serta anak-anak sekalian, gedung kalian ini berbeda dengan gedung-gedung yang lain. Untuk itu tolong tetap perawatan dan dimanfaatkan semaksimal mungkin," pungkas Zubaidah.