Suasana sekretariat panitia seleksi terbuka jabatan direksi PDAM Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

Suasana sekretariat panitia seleksi terbuka jabatan direksi PDAM Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Seleksi terbuka untuk jabatan direksi PDAM Kota Malang sempat diwarnai polemik. Pihak legislatif menyoroti soal persyaratan yang diajukan panitia seleksi (pansel) kurang lengkap. Namun, Wali Kota Malang Sutiaji menegaskan bahwa pendaftaran itu sudah sesuai aturan baru dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). 

"Saya sudah dapat laporan soal jumlah pendaftar, ini proses seleksinya jalan terus," ujar Sutiaji saat ditemui di Balai Kota Malang. Sebelumnya, DPRD Kota Malang mengkritik Pansel karena tidak mencantumkan persyaratan kepemilikan sertifikat manajemen air. Sertifikat itu dinilai urgen sebagai pendukung kompetensi atas jabatan yang akan diampu.

Menanggapi hal itu, Sutiaji mengaku mendapatkan laporan dari pansel bahwa persyaratan kepemilikan sertifikat manajemen air baru bisa dimiliki oleh direktur setelah menjabat definitif. Menurutnya, pansel telah berkoordinasi dengan Kemendagri terkait pembukaan pendaftaran itu. 

"Itu aturannya informasinya memang itu yang terbaru tahun 2018. Persyaratan sudah dikomunikasikan dengan kementerian. Bahwa persyaratan manajemen itu nanti saat menjabat direksi. Kalau calon tidak, jadi calon semuanya masyarakat boleh," terang Pak Aji, sapaan akrabnya.  

Dia menegaskan bahwa dirinya tidak banyak ikut campur soal pendaftaran direksi PDAM Kota Malang. Sutiaji menyerahkan semua proses dan mekanisme kepada pansel. "Saya tidak punya otoritas, biarkan pansel berjalan," pungkasnya. 

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 20 pendaftar resmi mengikuti seleksi terbuka direksi PDAM Kota Malang. Panitia seleksi (Pansel) telah menutup pendaftaran, hari ini (1/3/2019) pukul 15.00 WIB. Ada tiga lowongan yang dibuka untuk umum, yakni jabatan direktur utama, direktur teknik, serta direktur administrasi keuangan.

End of content

No more pages to load