Salah satu pendaftar dalam seleksi terbuka jajaran direksi PDAM Kota Malang, Hardyanto saat menunjukkan bukti pendaftaran. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

Salah satu pendaftar dalam seleksi terbuka jajaran direksi PDAM Kota Malang, Hardyanto saat menunjukkan bukti pendaftaran. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Sebanyak 20 pendaftar resmi mengikuti seleksi terbuka direksi PDAM Kota Malang. Panitia seleksi (Pansel) telah menutup pendaftaran, hari ini (1/3/2019) pukul 15.00 WIB. Ada tiga lowongan yang dibuka untuk umum, yakni jabatan direktur utama, direktur teknik, serta direktur administrasi keuangan. 

Ketua Pansel Abdul Malik menjelaskan, ada enam orang yang mendaftar sebagai direktur utama. Kemudian ada 10 orang mendaftar sebagai administrasi keuangan, dan empat orang direktur teknik. "Total ada 20 orang yang mendaftar di jajaran direksi PDAM," ujar Malik yang juga menjabat Asisten Pemerintahan dan Kesra Kota Malang itu. 

Sayangnya, Malik masih enggan menjelaskan nama-nama orang yang mendaftar. "Untuk jumlahnya boleh, untuk nama kemudian setelah rapat Tim Pansel atau menunggu pengumuman hasil seleksi administrasi," terangnya melalui sambungan telepon. Dia mengaku tengah dinas di luar kota dalam tugasnya sebagai Plt Kepala Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang.

Berdasarkan informasi yang diterima MalangTIMES di lapangan, beberapa nama pengurus lama turut mengincar jabatan itu. Di antaranya mantan Plt Dirut PDAM Anita Sari mendaftarkan diri. Selain itu juga Plt Dirut PDAM saat ini, Sulis Andri juga mendaftar. Ada juga nama Agus Indradi yang mendaftar sebagai calon Dirut PDAM Kota Malang. 

Agus adalah pegawai PDAM bagian auditor saat ini, hadir menyerahkan berkas sekitar 15 menit jelang penutupan pendaftaran. Dia mengaku tergerak mendaftar karena ingin memperbaiki kinerja PDAM Kota Malang. "Kalau saya karena termasuk pelaku, artinya saya ingin memperbaiki kinerja," ujarnya. 

Dia ingin PDAM Kota Malang bisa membantu pendapatan asli daerah (PAD) Kota Malang. "Seperti pelayanan publik, mendorong PAD, dan juga perbaikan internal sendiri. Itu yang menggugah saya untuk ikut," ujar pria yang mengaku sudah 27 tahun bekerja di PDAM Kota Malang itu.

Usai melakukan pendaftaran, dia mendapat surat keterangan bahwa berkasnya sudah diproses. Dia mengaku juga menyertakan sertifikat manajemen air. Keberadaan sertifikat ini sebelumnya menjadi polemik. Pasalnya, DPRD Kota Malang mengkritik Pansel karena tidak mencantumkan persyaratan kepemilikan sertifikat manajemen air.

Pendaftar lain, Hardyanto mengaku mengincar jabatan direktur administrasi keuangan. "Sebelumnya saya di BUMN, lalu menangani sejumlah bank swasta. Jadi ini saya merasa memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan," terangnya. Pria yang mengaku berpengalaman lebih dari 20 tahun di bidang keuangan itu menjadi pendaftar terakhir yang datang. 

End of content

No more pages to load