Petugas kepolisian beserta warga saat mengevakuasi jenazah korban gantung diri, Kecamatan Turen (Foto : Polsek Turen for MalangTIMES)

Petugas kepolisian beserta warga saat mengevakuasi jenazah korban gantung diri, Kecamatan Turen (Foto : Polsek Turen for MalangTIMES)


Editor

A Yahya


MALANGTIMES - “Sudah terlalu lama sendiri, sudah terlalu lama aku asyik sendiri, lama tak ada yang menemani,”. Penggalan lirik lagu yang berjudul Terlalu Lama Sendiri, yang dipopulerkan oleh Kunto Aji ini. Sepertinya layak untuk menggambarkan kondisi yang dialami Tawi, warga Jalan Pesantren Kecamatan Turen.

Diduga karena terlalu lama menjomblo, kakek 80 tahun ini memutuskan untuk bunuh diri, Jumat (1/3/2019) siang. Diperoleh keterangan, jasad korban ditemukan menggantung, di salah satu bangunan rumah bekas pemotongan ayam, yang berlokasi di Jalan Jagalan Kecamatan Turen.

Kanit Reskrim Polsek Turen Iptu Soleh Mas’udi menuturkan, kronologi bermula saat Sugoto (saksi) berpamitan kepada korban untuk pergi menjalankan ibadah salat jumat. “Diduga kuat, korban yang saat itu ditinggal sendiri. Memilih nekat untuk mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri,” kata Soleh kepada MalangTIMES.

Benar saja, sepulang dari salat jumat, tepatnya sekitar pukul 12.30 waktu setempat. Saksi menemukan korban sudah terbujur kaku, dengan leher terjerat seutas tali tampar. Mengetahui jika kematian korban tidak wajar, pria 55 tahun itu akhirnya mengabarkan kejadian ini ke perangkat desa setempat dan dilanjutkan ke Polsek Turen.

Mendapat laporan, beberapa personel kepolisian diterjunkan ke lokasi kejadian. Dari hasil olah TKP (Tempat Kejadian Perkara), petugas juga mengamankan beberapa barang bukti. Salah satunya seutas tali tampar berwarna biru, yang dijadikan sarana untuk bunuh diri.

Soleh menambahkan, selain melakukan olah TKP, polisi juga menghimpun keterangan dari beberapa saksi. Diketahui, tujuh bulan lalu Tawi memutuskan untuk pulang kampung, setelah sempat mengais rejeki di Kabupaten Kediri.

“Semenjak pulang itulah, korban sering mengeluh soal kehidupannya. Selain mengeluh karena tidak memiliki istri dan anak, korban juga sempat mengeluh sakit paru-paru. Bahkan korban juga pernah bercerita jika ingin mati saja karena sederet penderitaan yang dialaminya,” imbuh Soleh.

Sementara itu, tim medis yang juga turut diterjunkan ke lokasi kejadian. Menyimpulkan jika pria yang kini berusia kepala delapan ini, meninggal dunia murni karena bunuh diri. Hal itu dikuatkan dengan tidak ditemukannya adanya tanda-tanda kekerasan ditubuh korban. “Pihak keluarga menolak untuk diautopsi, dan bersedia membuat surat pernyataan serta mengganggap kejadian yang dialami korban adalah musibah,” ujar Soleh.

End of content

No more pages to load