Regional Manager Government Relations Gojek, Boy Arno Muhamad saat ditemui di Balai Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Regional Manager Government Relations Gojek, Boy Arno Muhamad saat ditemui di Balai Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Manajemen Gojek tengah menjajaki sejumlah rencana kerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Dalam waktu dekat, perusahaan aplikasi penyedia layanan transportasi itu bakal membangun shelter-shelter khusus di kota pendidikan ini. 

Regional Manager Government Relations Gojek, Boy Arno Muhamad mengungkapkan bahwa kerja sama yang ditawarkan dapat mendukung program Pemkot Malang membangun Smart City. "Banyak sekali tadi yang diwacanakan. Mulai dari pengembangan wisata, UMKM khususnya mikro, dan rencana kami membangun shelter atau pick up point," terangnya. 

Hari ini (1/3/2019) jajaran manajemen Gojek melakukan audiensi dengan Wali Kota Malang Sutiaji di Balai Kota Malang. Dalam pertemuan yang berlangsung tertutup itu, salah satu yang menjadi sorotan adalah keberadaan mitra-mitra Gojek yang kerap bergerombol di tepi jalan. 

"Di Kota Malang ini memang penjemputan masih agak semrawut. Kami diberi arahan pembangunan shelter itu agar tertib lalu lintas. Hal ini sebenarnya sudah dilakukan di Jakarta," terang Boy. Dia menyebut, nantinya akan mencari lahan-lahan privat yang bisa dimanfaatkan sebagai shelter. 

Di lokasi itu, lanjutnya, pihak Gojek juga akan menyediakan papan informasi yang bisa dimanfaatkan sebagai media sosialisasi oleh Pemkot Malang. Gojek juga berencana membuat program khusus terkait promo lokasi wisata. "Rencana kolaborasi ini masih tahap awal, tentu akan ada pembahasan-pembahasan lanjutan yang lebih detail soal teknisnya. Tetapi pastinya 2019 ini bisa jalan," tegas pria berkaca mata itu.

Dia menuturkan, saat ini pengguna Gojek di wilayah Malang mencapai sekitar 300 ribu member. Sementara untuk mitra driver sekitar 10-12 ribu orang. "Kota Malang ini kan kota pendidikan, rata-rata pengguna kami di usia 20-30 tahun yang statusnya mahasiswa dan pekerja juga. Jadi tentunya kami ingin juga berkontribusi," sebutnya. 

Wali Kota Malang Sutiaji mengungkapkan bahwa pemkot mengapresiasi jika elemen swasta berniat baik mendukung program pemerintah. "Mereka menilai Malang ini potensial, tetapi harapan kami tentu agar mereka bisa memberi sumbangsih terutama untuk peningkatan ekonomi masyarakat," ujarnya. 

Meski demikian, dia belum mengurai secara rinci wacana-wacana yang bakal diberi lampu hijau. "Baru pertemuan awal. Maka, sebelum sampai oke, detail instrumen mana yang mau ditangkap harus jelas. Juga harus terus perhatian kepada konsumen," pungkasnya.