Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat memanen padi organik di Dusun Caru, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo beberapa saat lalu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat memanen padi organik di Dusun Caru, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo beberapa saat lalu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Untuk mewujudkan Kota Batu sebagai sentra pertanian organik nyatanya hingga kini bukanlah hal yang mudah. Hingga di awal tahun ini baru ada 18 desa/kelurahan dari tiga kecamatan yang tersertifikasi pertanian organik. 

Dengan demikian tinggal 6 desa/kelurahan yang belum memiliki sertifikasi pertanian organik. Meski belum tersertifikasi, tetapi pertanian di setiap desa terus memberikan inovasinya.

“Per tahunnya itu setidaknya ada satu desa/kelurahan yang sudah sertifikasi organik. Dan memang target kita sampai tahun 2022 itu semua bisa tersertifikasi,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Sugeng Pramono. 

18 desa/kelurahan telah tersertifikasi itu yakni di tiga kecamatan. Yakni di Kecamatan Junrejo ada Desa Pendem, Kelurahan Dadaprejo, Desa Mojorejo, Desa Junrejo, Desa Beji, dan Desa Torongrejo.

Lalu untuk Kecamatan Batu ada Kelurahan Temas, Kelurahan Sisir, dan Desa Sumberejo. Dan di Kecamatan Bumiaji ada Desa Gunungsari, Desa Pandanrejo, Desa Giripurno, Desa Tulungrejo, Desa Sumberbrantas, Desa Bulukerto dan sebagainya.

Menurut Sugeng memang untuk bisa lolos sertifikasi ada beberapa persyaratan dan kriteria. Antara lain seperti pemetaan lahan, hasil pertanian, dan deskripsi produknya. Bahkan juga dilihat dari bagaimana pengendalian hamanya.

“Meskipun gak mudah kami terus memberikan pendampingan agar terwujud pertanian organik di Kota Batu, agar sesuai dengan visi Kota Batu,” imbuhnya, Jumat (1/3/2019).

Ada berbagai macam pertanian organik yang sudah dikembangkan. Di antaranya ada cabe besar, tomat, brokoli, andewi, selada, lettuce, sawi hijau, dan masih banyak lagi.

“Pertanian organik itu meliputi sayur mayur dan buah-buahan, untuk buahnya itu ada jeruk dan jambu,” jelas Sugeng kepada MalangTIMES. 

Ia menambahkan dengan adanya sertifikasi lahan pertanian organik ini diharapkan bisa menguntungkan secara ekonomi bagi pertani, juga menguntungkan saat dikonsumsi.

Selain adanya pembinaan, pihaknya juga memberikan fasilitas bantuan seperti bibit sayur, buah, pupuk organik terdiri dari padat dan cair, pestisida nabati, sarana prasarana, dan sebagainya.

Sedang hingga saat ini pemasaran sayur organik itu sudah dikirmkan ke Surabaya, Pasar Modern di Kota Malamg, dan hotel-hotel wilayah Kota Batu. 

End of content

No more pages to load