Kepala Barenlitbang Kota Malang Erik Setyo Santoso (kiri) saat memaparkan inovasi-inovasi Kota Malang pada tim Bappeda Provinsi Jatim (Foto: Dokumen MalangTIMES)

Kepala Barenlitbang Kota Malang Erik Setyo Santoso (kiri) saat memaparkan inovasi-inovasi Kota Malang pada tim Bappeda Provinsi Jatim (Foto: Dokumen MalangTIMES)



MALANGTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus berupaya menambah daftar prestasi di tingkat nasional. Pasalnya, daerah berprestasi bisa mendapatkan dana insentif daerah (DID) bernilai miliaran rupiah. Di awal 2019 ini, pemkot tengah ikut berebut Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) dengan mengandalkan inovasi Lelang Kinerja. 

Penghargaan itu, diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) untuk menjaring inovasi-inovasi terbaik yang dibuat pemerintah daerah. Hari ini (1/3/2019) tim penilai dari Bappeda Provinsi Jawa Timur (Jatim) melakukan verifikasi faktual di Balaikota Malang. Rombongan diterima langsung oleh Wali Kota Malang Sutiaji dan didampingi Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Malang Erik Setyo Santoso. 

Salah satu verifikator, Andy Fefta Wijaya mengungkapkan bahwa kunjungan lapangan tersebut dilakukan karena Kota Malang lolos dalam seleksi awal PPG di tingkat provinsi. "Di Jawa Timur sendiri terdapat 15 wilayah yang memperebutkan PPD, terdiri dari 4 kota dan 11 kabupaten termasuk Kota Malang," ujar Andy.

Dalam kunjungan itu, lanjut Andy, pihaknya melihat implikasi penerapan inovasi daerah. "Apakah dengan adanya inovasi baru ini kinerja pemerintahan semakin baik. Kan dilihat juga sebelum dan sesudah penerapan. Kami mengecek langsung juga ke daerah-daerah lain," terangnya.

Selama penilaian, pria yang juga Ketua Jurusan Ilmu Administrasi Publik FIA Universitas Brawijaya itu mengaku baru melihat konsep Lelang Kinerja di Kota Malang. "Setiap daerah memiliki inovasi masing-masing dan berbeda-beda. Untuk Lelang Kinerja ini memang hanya dimiliki Kota Malang," sebutnya. 

Kepala Barenlitbang Kota Malang Erik Setyo Santoso mengungkapkan, sebelum ada penilaian lapangan, pihaknya sudah melakukan paparan di hadapan tim Bappeda Provinsi Jatim. "Apabila Kota Malang kembali lolos di tahap ini, agenda terakhir adalah pemaparan di tingkat nasional," ujar Erik. 

Erik berharap bisa mendapatkan poin maksimal dalam perebutan PPD tahun ini. Pasalnya, pemkot bakal bisa mendapatkan DID untuk meningkatkan layanan publik di Kota Malang. "Tahun lalu Kota Malang mendapatkan DID besar, sekitar Rp 70 miliar. Jadi kami harap tahun ini bisa lolos lagi ke tingkat nasional," sebut pria asal Kediri itu. 

Dalam pertemuan itu, lanjutnya, pihak Barenlitbang menjelaskan proses perencanaan program-program dan anggaran di Kota Malang. Termasuk inovasi-inovasi yang telah dilakukan, baik dalam hal penyempurnaan perencanaan hingga implementasi di lapangan. 

Dia menguraikan, ada beberapa inovasi yang dipaparkan. Mulai dari penyelenggaraan Lelang Kinerja yang merupakan kesepakatan antara Wali Kota Malang dengan pimpinan perangkat terkait target 5 tahun ke depan. Juga mengenai pelaksanaan Musrenbang Tematik (anak, perempuan, lansia dan disabilitas) yang baru saja selesai digelar. Ditambah dengan aplikasi berbasis android Sistem Penataan Ruang (Si-Petarung), dan lain-lain. 

End of content

No more pages to load