Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang, Dr Purnadi (Foto : Bapenda Kabupaten Malang for MalangTIMES)

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang, Dr Purnadi (Foto : Bapenda Kabupaten Malang for MalangTIMES)



MALANGTIMES - Awal tahun 2019, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang, benar-benar sibuk menyiapkan diri memberikan pelayanan “plus-plus” kepada masyarakat.

Setelah sebelumnya meluncurkan program SimplePBB (sistim pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan) dan SIMTANI (Sistim Pendaftaran dan Penilaian), Bapenda juga telah meluncurkan segudang pelayanan berbasis aplikasi yang bisa diakses secara online.

“Selain melaunching program SimplePBB dan SIMTANI, disaat bersamaan kami juga meluncurkan aplikasi SIMPADI,” kata Kepala Bapenda Kabupaten Malang, Dr Purnadi.

Sebagai informasi, SIMPADI merupakan kepanjangan dari Sistim Pengolahan Data Informasi. 

Aplikasi ini, merupakan lanjutan dari dua aplikasi sebelumnya, dan saling berkaitan.

Gambaran umumnya, pengajuan pengurusan pajak yang diakses melalui SimplePBB akan seketika ditindak lanjuti oleh petugas Bapenda, dengan menggunakan program SIMTANI. 

Termasuk dalam melakukan berbagai verifikasi di lapangan, terkait kewajiban pajak yang dilakukan oleh masyarakat.

“Hasil dari verifikasi tersebut, akan diolah ke program SIMPADI dengan harapan agar upaya percepatan pelayanan dapat dimaksimalkan,” terang pria yang identik menggunakan kaca mata ini.

Mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Malang ini menambahkan selama ini berkas pengajuan dan verifikasi dilakukan secara manual. 

Dengan aplikasi SIMPADI, nantinya semua proses pengolahan data akan dilakukan secara komputerisasi yang lebih canggih dan modern.

Sehingga percepatan ajuan yang dilakukan oleh wajib pajak, segera teratasi.

“Semua prosedur entri data akan disederhanakan untuk memangkas birokrasi, sehingga lebih efektif dan efisien. Sebab semua pengolahan data dan informasi dilakukan by sistim,” pungkasnya.

 

End of content

No more pages to load