proses penjemuran dupa sebelum di kemas (foto - foto Luqmanul Hakim)

proses penjemuran dupa sebelum di kemas (foto - foto Luqmanul Hakim)



MALANGTIMES - Menjelang hari Raya Nyepi yang jatuh pada Kamis 7 Maret nanti jumlah pesanan dupa melonjak tajam. 

Hal tersebut diungkapkan Irfan Rifai pemilik dari CV Dupalo pembuat dupa. 

Ia mengatakan bahwa pesanan menjelang hari Raya Nyepi nanti meningkat sebanyak 100 persen dibanding hari biasanya.

“Mendekati Hari Raya Nyepi besok ini, pesanan naik 100 persen, orderan menjadi double.” ujar Rifai kepada MalangTIMES, Kamis (28/2/2019)

Ia menuturkan bahwa pesanan yang diterima tersebut sebagian besar dari seluruh Pulau Jawa, khususnya Provinsi Jawa Timur dan Bali. 

Tak hanya dari dua wilayah tersebut, Rifai juga mendapat pesanan dari tempat lain seperti Jakarta, Lampung, Sumatra, dan Sulawesi.

proses pembuatan dupa yang sudah menggunakan mesin

Ia menuturkan dalam sehari ia bisa memproduksi sekitar 1.200 kilo dupa dengan setiap kilonya terdiri dari 650 biji dupa yang dikerjakan oleh 9 orang pegawai. 

Pegawainya sendiri, merupakan warga sekitar tempat penjemuran yang berlokasi di Desa Kasin, Ampeldento, Karangploso, Kabupaten Malang.

“Biasanya kita produksi hanya 600 kilo saja, tapi mendekati Nyepi begini kita dapat pesanan dua kali lipat” tambahnya.

Untuk produksinya sendiri, ia memfasilitasi mesin yang diletakkan dirumah pegawainya.

Penggunaan mesin tersebut ia tujukan karena lebih praktis dan mengurangi debu serta limbah saat proses pembuatannya. 

Untuk bahannya sendiri ia datangkan langsung stik (bambu) dari China, sedangkan untuk bahan lainnya ia dapatkan dari sekitar Malang Raya.

Penggunaan bahan dari China tersebut ia tuturkan karena kualitas bambu yang digunakan lebih baik.

“Bambu dari China itu, jika dibakar dengan dupanya, akan langsung jadi abu, sedangkan bamboo lokal masih jadi arang setelah dibakar. Sedangkan kita menggunakan mesin, dan stiknya itu harus impor, tidak bisa menggunakan stik lokal” jelasnya.

Untuk omset yang didapatkan, Rifai menuturkan, jelang hari Raya Nyepi nanti omset yang didapat dari dupa yang ia pasarkan sekitar Rp 30 juta perminggunya.

End of content

No more pages to load