Penanganan Orang Gangguan Jiwa Masih Saling Lempar

Sep 01, 2015 14:57
Ilustrasi. (Foto: googleimage)
Ilustrasi. (Foto: googleimage)

MALANGTIMES - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu menyelenggarakan koordinasi Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat untuk penanganan penderita gangguan jiwa.

Baca Juga : Tiga Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Kota Malang Sembuh

Acara ini diikuti oleh tim pelaksana di Kota Batu, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Satpol PP, termasuk juga masyarakat. Dengan pemateri dr Didid Roesono Sp kj, Direktur Medis RS Jiwa Lawang.

Selama ini, dalam penanganan orang menderita gangguan jiwa kurang efektif akibat seringnya saling lempar dalam penanganannya dari pihak-pihak terkait.

"Kemarin-kemarin itu udur-uduran (saling lempar) penanganannya," kata Sri Kusrini, Kasi Pelayanan Kesehatan Khusus dan Jaminan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Batu.

Materi yang diberikan dalam agenda tersebut meliputi alur penanganan, penanganan depresi, juga tindakan preventif percobaan bunuh diri oleh orang gangguan jiwa.

Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis

Dengan adanya agenda koordinasi ini, harapannya pihak yang masuk dalam tim bisa saling bekerjasama dengan baik. "Kedepan bisa mengikuti alurnya juga penanganannya," ujarnya kepada MALANGTIMES, Selasa, (1/9/2015).

"Apabila ada masyarakat atau Satpol PP menemukan gelandangan psikotik, membawa ke Puskesmas atau rumah sakit, di rumah sakit melakukan tinjauan medis apakah itu bisa rawat jalan atau harus dibawa ke RSJ," timpalnya.

Hingga saat ini, Kota Batu telah mengirim 4 orang gelandangan psikotik ke Rumah Sakit Jiwa Lawang. (*)

Topik
Dinkes Kota Batugangguan jiwaRSJ Lawang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru