Kepala Dispendukcapil Kabupaten Malang Sri Meicharini menjelaskan kronologi terkait protes warga (Nana)

Kepala Dispendukcapil Kabupaten Malang Sri Meicharini menjelaskan kronologi terkait protes warga (Nana)



MALANGTIMES - Adanya komplain terkait pelayanan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) oleh warga asal Bojonegoro yang mengajukan surat pindah domisili ke Singosari, mendapat tanggapan serius dari pihak Dispendukcapil Kabupaten Malang. 

Bahkan orang nomor satu di Dispendukcapil, Sri Meicharini pun langsung turun tangan melakukan croscek atas persoalan tersebut.
Dari hasil croscek tersebut, ditemukan beberapa akar persoalan yang membuat Ahmad Fauzi (AF) warga yang melakukan komplain beberapa hari lalu atas pelayanan yang diterimanya.

"Persoalannya dari croscek kami memang ada keraguan dari petugas mengenai surat keterangan pindah (SKPWNI) dari saudara Fauzi yang dibawa ke kantor," kata Rini sapaan Kadispendukcapil Kabupaten Malang, Kamis (28/02/2019) kepada MalangTIMES.

Keraguan petugas Dispendukcapil Kabupaten Malang disebabkan adanya tulisan tangan di SKPWNI di kolom Data Kepindahan dengan alamat tujuan pindah. Tulisan tangan tersebut tanpa ada paraf dari pihak yang berwenang. Padahal, lanjut Rini, dokumen SKPWNI tidak boleh ada coretan dan tulisan tangan.
 
"Kalau ada koreksi di dokumen tersebut wajib ada parafnya. Dari hal itu petugas meminta kepada Pak Fauzi meminta stempel RT. Untuk meyakinkan kebenaran alamat tujuan," ujar Rini.

Sehingga persoalan mengenai surat pengantar yang disebutkan oleh Fauzi sebenarnya bukan seperti yang dimaksudkannya.
 

Ceklis hijau yang dimintakan di stempel pihak Dispendukcapil kepada pemohon (Dispenduk for MalangTIMES)

 

"Petugas kami hanya ingin menyakini bahwa alamat pindah yang ada tulisan tangan atau coretan tersebut diberi stempel pihak setempat," tegasnya.
Hal tersebut juga dibenarkan oleh Fauzi saat dikonfirmasi MalangTIMES. Dirinya menyampaikan, kesalahan sementara memang terdapat pada RW. "Dan itupun sudah saya penuhi permintaan dari Dispendukcapil," ujarnya menyikapi hal tersebut.

Dari hasil penelusuran yang dilakukan Rini  terhadap para petugasnya, diketahui mengenai kronologi adanya peristiwa tersebut. 
"Pemohon datang untuk dibuatkan KK dan sudah dibuatkan sesuai SKPWNI. Ternyata yang bersangkutan komplain untuk dibuatkan KK dengan alamat beda. Sehingga dengan sendirinya kami minta pengantar dari RT/RW sesuai alamat yang diinginkan. Kalo tidak ada pengantar apa bisa kami menerbitkan KK tanpa mengetahui alamat.

Itupun sudah kami terbitkan KK yaitu di Perum Griya Nagari Q7 Dusun Boro RT 001/RW 016 dan KK tersebut sudah dibawa yang bersangkutan.

Walaupun, sempat tercipta persoalan yang tidak menyamankan kedua belah pihak, persoalan tersebut bisa diselesaikan dengan adanya tindaklanjut cepat dari pihak Dispendukcapil Kabupaten Malang. Dimana menurut Rini, bahwa para petugasnya telah secara maksimal memberikan pelayanan kepada warga.

"Saat itu pun tidak ada yang bersitegang dari laporan petugas kami. Petugas juga sudah melayani sesuai prosedur yang ada," ujarnya.
Lepas dari persoalan tersebut, Dispendukcapil Kabupaten Malang menyatakan rasa terimakasihnya atas berbagai masukan dari masyarakat terkait pelayanan pihaknya.

"Tentu kita membutuhkan berbagai masukan dari masyarakat. Sehingga kami bisa terus memperbaiki kinerja dan melayani masyarakat dengan sepenuh hati, ikhlas dan bisa memberikan kebahagian masyarakat," pungkasnya.

End of content

No more pages to load